Jelang Muktamar ke-34 NU, Ketua PWNU Jatim Beberkan Kriteria Caketum: Kepinginnya Asli Kader NU

Nov 04, 2021 13:31
Ketua PWNU Jawa Timur (Jatim) KH Marzuqi Mustamar saat ditemui awak media di Pondok Sabilurrosyad beberapa waktu lalu. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Ketua PWNU Jawa Timur (Jatim) KH Marzuqi Mustamar saat ditemui awak media di Pondok Sabilurrosyad beberapa waktu lalu. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Jelang perhelatan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan diselenggarakan di Provinsi Lampung 23-25 Desember 2021, Ketua Umum Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) KH Marzuqi Mustamar membeberkan beberapa kriteria calon Ketua Umum PBNU nantinya.

Kiai Marzuqi mengungkapkan, terdapat tiga kriteria utama yang menurutnya harus dimiliki oleh calon Ketua Umum PBNU untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.

"Kalau kriteria siapapun mesti kepinginnya itu asli kader NU. Dari dulu aktif di NU, ikut pengkaderan dalam NU, ikut kaderisasi NU, ikut berproses dari awal," ungkap Kiai Marzuqi kepada JatimTIMES.com, Rabu (3/11/2021) malam.

Pihaknya pun menegaskan bahwa tidak boleh sosok calon Ketua Umum PBNU merupakan orang naturalisasi dari luar lingkup NU yang tidak mengikuti rangkaian proses untuk menjadi kader NU.

Kemudian, sosok calon Ketua Umum PBNU harus memiliki moralitas ataupun adab yang baik dan dapat menjadi contoh bagi kader-kader NU. Mulai tingkat ranting hingga tingkat pengurus pusat. "Untuk soal moralitas, nggak mungkin NU itu menyerahkan kepada orang yang cacat moral," tegas Kiai Marzuqi.

Selain itu, kriteria ketiga sosok calon Ketua Umum PBNU harus berkomitmen untuk mencintai dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari pengaruh pihak-pihak yang ingin menciderai NKRI.

"Kecintaan pada bangsanya, ketulusan pada bangsanya, kesejahteraan pada bangsanya, dan itu bagian dari pilar mempertahankan benteng negara. Nggak boleh NU itu dipimpin oleh orang yang patriotisme, nasionalismenya diragukan," jelas Kiai Marzuqi.

Sementara itu, selain tiga kriteria utama tersebut, Kiai Marzuqi menuturkan, calon Ketua Umum PBNU juga harus memiliki ilmu dan pengalaman yang cukup. Seperti misalnya ilmu bahasa asing yang juga harus dikuasai oleh Ketua Umum PBNU nantinya.

Di antaranya Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Jika tidak menguasai secara utuh dua bahasa tersebut, mungkin bahasa Inggrisnya ataupun bahasa Arabnya yang kurang itu tidak masalah. Yang paling terpenting dapat berkomunikasi dengan baik.

"Itu penting karena NU sekarang kan meng-internasional. Lalu juga sering diundang menyelesaikan masalah-masalah internasional," ujar Kiai Marzuqi.

Lebih lanjut, terkait pengalaman yang paripurna untuk sebagai Kader NU yang mengikuti seluruh jenjang pengkaderan dan tahapan organisasi, Kiai Marzuqi pun menceritakan perjalanan sekilas sosok mantan Ketua Umum PBNU dua tahun, periode 1999-2004 dan periode 2004-2009/2010 yakni KH Hasyim Muzadi.

"Harapannya juga mereka-mereka juga yang punya pengalaman menjadi ketua IPNU lah, seperti dulu KH Hasyim Muzadi," kata Kiai Marzuqi.

Di mana perjalanan KH Hasyim Muzadi terbilang paripurna menjadi kader sekaligus organisatoris di lingkup NU mulai dari tingkat bawah hingga jenjang yang tinggi di NU.

Mulai dari menjadi Ketua Anak Cabang GP Ansor Bululawang, Ketua Cabang GP Ansor Kota Malang, Wakil Ketua PCNU Kota Malang, Ketua PCNU Kota Malang, Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Ketua PP GP Ansor, Sekretaris PWNU Jawa Timur, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, Ketua PWNU Jawa Timur, hingga Ketua Umum PBNU.

Lebih lanjut, ketika disinggung terkait siapa yang diusulkan oleh KH Marzuqi Mustamar untuk menjadi calon Ketua Umum PBNU, pihaknya pun menyerahkan jawaban semuanya kepada tiga sosok kiai di Jawa Timur.

"Kalau itu yang berkewenangan menjawab Gus Fahrur sama Gus Salam sama Kiai Anwar Iskandar. Kalau yang sifatnya normatif-normatif begitu siapapun bisa," pungkas Kiai Marzuqi.

Saat ini terdapat beberapa nama sosok kiai yang menjadi kandidat Calon Ketua Umum PBNU. Yakni, KH Said Aqil Siradj dan KH Yahya Cholil Staquf. Selain itu sebelumnya juga sempat terdapat nama KH Marzuqi Mustamar sebagai salah satu calon Ketua Umum PBNU.

Terkait pengalaman organisasi di lingkup NU sendiri, untuk Kiai Said pernah menjabat sebagai Ketua Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) Mekkah, Wakil Katib Aam PBNU, Rais Syuriah PBNU, Ketua PBNU, hingga Ketua Umum PBNU.

Untuk Gus Yahya sendiri, dikenal sebagai tokoh NU. Di mana, Gus Yahya merupakanĀ anak dari KH Muhammad Cholil Bisri dan keponakan dari Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. Gus Yahya sempat menjadi juru bicara Presiden RI periode 1999-2001 yakni Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan saat ini menjabat sebagai Katib Aam PBNU.

Sedangkan untuk KH Marzuqi Mustamar pernah menjabat sebagai Ketua PCNU Kota Malang selama dua periode, anggota Komisi Fatwa MUI Kota Malang, Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad dan saat ini menjabat sebagai Ketua PWNU Jatim.

Sebagai informasi, PWNU Jatim telah mengeluarkan surat keputusan tanpa nomor surat dengan ditandatangani Ketua PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar, Sekretaris PWNU Jatim Prof Akh. Muzakki, Rais Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Manshur dan Katib PWNU Jatim KH Syafrudin Syarif tertanggal 12 Oktober 2021 mengusulkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026.

Topik
manfaat layanan tambahan bpjs ketenagakerjaanKetua PWNU Jatimtoilet disabilitas

Berita Lainnya

Berita

Terbaru