Wamendes PDTT Sebut Vaksinasi Akan Makin Sulit, Ini Penjelasannya

Nov 03, 2021 16:53
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budie Arie Setiadi (berkalung bunga) saat memantau vaksinasi di Universitas Widyagama (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budie Arie Setiadi (berkalung bunga) saat memantau vaksinasi di Universitas Widyagama (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

JATIMTIMES - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budie Arie Setiadi menjelaskan, vaksinasi Covid-19 di Indonesia kedepan akan kian sulit. Sebab, upaya vaksinasi harus mengjangkau wilayah pelosok desa atau pedalaman. 

"Indonesia ini kan luas. Pencapaian hari ini, data Depkes itu 72 juta lebih yang vaksin dosis kedua. Makin lama kan, karena luasnya negara ini, makin lama semakin sulit lapangannya. Kan kita akan memvaksin daerah-daerah pelosok pedalaman, pedesaan, sehingga lapangannya susah," kata Budie saat menghadiri vaksinasi di Universitas Widyagama Malang, Rabu (3/11/2021).

Selain itu, dalam bulan-bulan yang disebut Wamendes bulan ber (Oktober, November, Desember), merupakan bulan yang penuh tantangan. Sebab, bulan tersebut diselimuti musim hujan maupun bayang-bayang banjir.

"Ini tantangan tersendiri dalam upaya percepatan vaksinasi nasional. Tapi saya yakin dengan gotong-royong dan semangat kebersamaan semua pihak, TNI, Polri, pemerintah serta masyarakat itu bisa kita tanggulangi bersama," tuturnya.

Karena itu, dalam upaya percepatan vaksinasi nasional, semua pihak yang terlibat dalam vaksinasi harus menerapkan skema vaksinasi yang berbeda dengan skema vaksinasi untuk wilayah perkotaan. Program vaksinasi wilayah pelosok atau pedalaman, tentunya harus terapkan skema vaksinasi dengan jemput bola.

Permukiman warga yang jauh dengan akses yang tak mudah, tentunya akan sulit untuk mengumpulkan masyarakat. Karena itu, kemudian skema jemput bola menjadi hal yang tepat.

"Ini tantangan tersendiri. Warga harus didatangi, harus jemput bola, bukannya warga datang ke sentra vaksin, tapi kita yang mendatangi masyarakat satu per satu," katanya.

Untuk itu, pihaknya telah meminta seluruh pihak, utamanya para pemangku kepentingan mulai dari pihak kabupaten hingga lurah setempat untuk bergotong royong menyukseskan vaksinasi. 

"Ini tak bisa satu pihak, harus semesta, seluruh komponen bangsa bergerak," pungkasnya.

Topik
Vaksinasi Covid 19Vaksin Covid 19jamur kulit

Berita Lainnya

Berita

Terbaru