Jokowi Ajukan KSAD Andika Perkasa Jadi Calon Tunggal Panglima TNI Baru

Nov 03, 2021 14:53
KSAD Jenderal Andika Perkasa (Foto: JPNN.com)
KSAD Jenderal Andika Perkasa (Foto: JPNN.com)

JATIMTIMES - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi memberi usulan nama  calon Panglima TNI baru sebagai pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto. Jokowi mengusulkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa jadi calon tunggal Panglima TNI.

Usulan tersebut tercantum dalam surat presiden (surpes) yang dikirimkan Menteri Sekretraris Negara kepada DPR, Rabu (3/11/2021).

"Pada hari ini melalui pak Mensesneg, Presiden telah menyampaikan surat presidengan mengani usulan calon Panglima TNI kepada DPR RI atas nama Jenderal TNI Andika Perkasa," ucap Ketua DPR RI Puan Maharani, Rabu (3/11/2021) dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Komisi I DPR RI akan segera mengadakan pelaksanaan fit and proper test. Kemudian hasil dari fit dan proper test nantinya akan dibawa ke rapat paripurna untuk mendapatkan persetujuan.

"Setelah melalui rapat pimpinan yang akan menugasi salah satu alat kelengkapan dewan dalam hal ini, Komisi I DPR RI, termasuk pembahasan fit and proper test terhadap calon yang diajukan Presiden."

"Selanjutnya, Komisi I akan melaporkan pelaksanaan fit and proper test dalam rapat paripurna untuk mendapatkan persetujuannya," jelas Puan.

Puan juga memastikan akan memperhatikan segala aspek yang bisa memberikan keyakinan bahwa nama calon panglima TNI yang diusulkan dapat menjalankan amanah sesuai undang-undang. DPR akan menyampaikan persetujuannya dalam jangka waktu 20 hari terhitung dari tanggal surpres diterima.

Profil KSAD Andika Perkasa

Andika Perkasa lahir di Bandung, Jawa Barat, 21 Desember 1964. Andika Perkasa menikah dengan Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono atau yang akrab disapa Hetty.

Diketahui, Hetty merupakan putri mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal (Purn) Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono. AM Hendropriyono disebut sebagai ikon pasukan elite Kopassandha atau yang kini bernama Kopassus.

Dengan demikian, Andika Perkasa adalah menantu dari AM Hendropriyono.

Riwayat pendidikan Andika Perkasa

Selama bertugas menjadi prajurit TNI AD, Andika banyak menghabiskan waktunya untuk pendidikan. Dalam kurun waktu 2003 hingga 2011, ia berada di Washington DC, Amerika Serikat untuk memperoleh pendidikan militer.

Andika pernah mengenyam pendidikan Strata 1 (S1) jurusan Ekonomi di dalam negeri. Sementara gelar Strata 2 (S2) dan Strata 3 (S3), Andika mendapatkannya saat melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat (AS). 

Andika adalah lulusan dari The George Washington University, National Defense University, serta Harvard University. Ia  memiliki 3 gelar S2, yaitu MA, MSc, dan MPhil, serta satu gelar S3 PhD.

Sementara di bidang kemiliteran, Andika adalah lulusan Akademi Militer pada 1987.

Perjalanan karier Andika Perkasa

Setelah lulus dari Akmil, Andika bergabung dengan jajaran korps baret merah, Kopassus. Kariernya dimulai sebagai komandan peleton hingga berangsur-angsur naik menjadi Dansub Tim 2 Detasemen 81 Kopassus (1991).

Kemudian Den 81 Kopassus (1995), Danden-621 Yon 52 Grup 2 Kopassus (1997), Pama Kopassus (1998), dan Pamen Kopassus (1998). Tahun 2002, Andika diangkat menjadi Danyon 32 Grup 3/Sandha Kopassus.

Kembali bertugas dalam waktu singkat, ia dimutasi menjadi Kepala Seksi Korem 051/WKT Dam Jaya. Belum genap setahun, ia dimutasi dan menjabat sebagai Pabandya A-33 Direktorat A Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Lalu pada 8 November 2013, Andika diangkat menjadi Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat dan pangkatnya dinaikkan menjadi brigadir jenderal. Dua hari setelah Jokowi dan wakil presiden saat itu, Jusuf Kalla dilantik, Andika ditunjuk sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Pangkatnya naik menjadi mayor jenderal.

Selama 2 tahun ia mengawal Presiden Jokowi, pada 2016 Andika lalu diangkat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII Tanjungpura. Jabatan itu ia emban kurang lebih selama 2 tahun.

Pada 2018, Andika diangkat sebagai Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklatad). Pangkatnya kemudian dinaikkan menjadi letnan jenderal.

Tak menunggu waktu lama, Andika dipercaya menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Ia menggantikan Letjen Eddy Rahmayadi yang mundur untuk maju pada pemilu gubernur Sumatera Utara.

November 2018, Andika diangkat menjadi KSAD menggantikan Jenderal TNI Mulyono. Menurut Jokowi, Andika merupakan sosok yang komplet lantaran pengalamannya memimpin sejumlah satuan di TNI.

Presiden menyatakan tidak menjadikan angkatan sebagai faktor utama dalam memilih pimpinan tertinggi di matra TNI AD tersebut. Diketahui, Andika adalah angkatan Akmil 1987 sehingga melewati beberapa perwira tinggi seniornya.

Selain menjadi KSAD, Andika Perkasa juga ditunjuk sebagai Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada Agustus 2020.

Topik
Jenderal Andika Perkasapergantian panglima tniPresiden Jokowi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru