Alat Pendeteksi Rusak, DLH Kota Malang Optimalkan Pengawasan Cegah Pohon Tumbang

Nov 03, 2021 14:48
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Wahyu Setianto. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Wahyu Setianto. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kepemilikan alat pendeteksi kelapukan pohon Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang sedang mengalami kerusakan. Meski begitu, antisipasi pencegahan pohon tumbang khususnya saat musim penghujan terus dioptimalkan.

Kepala DLH Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan, alat bernama "Picus Sonic Tomograph" tersebut mengalami masalah pada baterai. Sehingga tidak bisa digunakan untuk mendeteksi kelapukan pepohonan di Kota Malang.

Saat ini, pihaknya tengah berproses pengadaan baterai alat tersebut yang harus impor dari luar negeri. Harganya, diperkirakan mencapai Rp 20 jutaan.

"Alat pendeteksi kita rusak, nunggu baterai, dan harus beli dari luar negeri. Itu sudah dianggarkan
Harganya 1 baterai aja Rp 20 jutaan, mahal memang," ujarnya.

Dijelaskan Wahyu, hal ini masih berprogres, sebab untuk pengadaan alatnya sendiri lebih mahal. Pun untuk mengantisipasi adanya pohon tumbang, tim dari DLH Kota Malang saat ini terus rutin melakukan pemantauan dan pengawasan di lapangan. 

"Alatnya lebih mahal, ini kan peninggalan lama ya. Sementara masih diupayakan untuk baterai itu, belum bisa dipakai dulu," jelasnya.

Menurut Wahyu, untuk pendeteksi kondisi pohon pihaknya telah memiliki tim ahli yang bisa melihat secara kasat mata. Walaupun, tingkat keakuratannya 80 persen dibandingkan dengan menggunakan alat yang dinilai akurat 100 persen.

"Kita sementara itu kan ada tim ahli, dilihat dari kasat mata saja. Sebenarnya hasilnya masih sekitar 80 persen, kalau pakai alat 100 persen. Tapi itu sudah keliatan ini rapuh, rawan apa enggak, harus dipotong apa enggak itu," terangnya.

Lebih jauh, mantan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang ini menyatakan, guna langkah antisipasi lebih optimal diharapkan, apabila masyarakat Kota Malang mendapati di lingkungannya ada pohon yang sudah rapuh untuk segera melaporkan ke DLH Kota Malang.

"Pengeprasan, perapihan, deteksi kami maksimalkan. Tapi kami juga harapkan kepada masyarakat yang dirasa lingkungannya ada pohon yang kira-kira rawan untuk bisa lapor ke DLH," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, kondisi pohon yang rawan tersebut terbagi rata di semua wilayah Kecamatan di Kota Malang. Yakni, Kecamatan Kedungkandang, Kecamatan Klojen, Kecamatan Blimbing, Kecamatan Lowokwaru, dan Kecamatan Sukun.

Namun, yang paling dinilai urgen, dikatakannya, di wilayah Kecamatan Klojen. Selain kondisi pepohonan yang sudah tua, area pertokoan dinilai berdampak pada akar pepohonan dan menjadikan pohon lebih rapuh.

Topik
Pohon Tumbangh tohariDLH Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru