Cegah Pohon Tumbang di Musim Hujan, DLH Kota Malang Rutin Lakukan Pengawasan

Nov 03, 2021 13:39
Pepohonan di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Pepohonan di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Memasuki musim hujan, pepohonan di Kota Malang menjadi perhatian khusus. Sebab, jika intensitas hujan tinggi disertai angin kencang pohon-pohon besar ini rawan tumbang.

Untuk mengantisipasi kejadian pohon tumbang, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang rutin melakukan pengecekan pepohonan. Sebab, rata-rata penyebab dari pohon tumbang ini dari air hujan yang cukup deras yang membuat tanah menjadi gembur.

"Hujannya lama, airnya ke tanah. Sehingga tanah menjadi agak gembur. Ketika ada angin, akar kurang kuat, bisa roboh. Tim kami rutin melakukan pengawasan pepohonan," ujar Kabid Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kota Malang, Lita Irawati.

Pengawasan ini juga dilakukan di setiap wilayah dengan melibatkan pejabat setempat. Apabila, dirasa ada pepohonan yang rawan diharapkan pejabat yang menanungi melaporkan ke DLH Kota Malang.

"Kita biasanya menugaskan lurah, camat untuk mengawasi lingkungannya. Terutama pohon yang dirasa rawan, agar segera bersurat dan menghubungi kami," imbuh Lita.

Lebih jauh, Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto menjelaskan, Kondisi pohon yang rawan tersebut terbagi rata di semua wilayah Kecamatan di Kota Malang. Yakni, Kecamatan Kedungkandang, Kecamatan Klojen, Kecamatan Blimbing, Kecamatan Lowokwaru, dan Kecamatan Sukun.

Namun, yang paling dinilai urgent, dikatakannya di wilayah Kecamatan Klojen. Selain kondisi pepohonan yang sudah tua, area pertokoan dinilai berdampak pada akar pepohonan.

"Hampir sama di 5 Kecamatan, tapi seperti wilayah Buring itu jarang. Justru perkotaan, orang punya toko, sampai akarnya ngerusak selokan. Klojen itu paling urgent, banyak pohon sudah tua-tua," jelas Lita.

Tak hanya melakukan pengawasan, permintaan masyarakat untuk pemotongan pohon saat ini dinilai juga cukup tinggi. Dalam sehari, bisa mencapai 7-8 warga. Artinya, masyarakat Kota Malang semakin aware akan sekitarnya.

Namun, laporan ini, tidak serta merta dilakukan eksekusi pemotongan. Dalam hal ini petugas DLH Kota Malang masih harus melakukan survei lapangan terkait kondisi pepohonan yang dilaporkan.

"Tim kita tiap hari keliling, ngepres-ngepres mana pohon-pohon yang rawan, yang menjorok ke jalan. Sekarang laporan masyarakat luar biasa, sehari bisa 7-8 yang minta di kepres, minta dipotong. Tapi kita nggak asal motong, kita ada tim, kita lihat hasil surveinya di lapangan seperti apa," pungkas Lita.

Sebagai informasi, masyarakat Kota Malang bisa mengajukan terkait penebangan pohon maupun pemampasan pohon kepada DLH Kota Malang. Nantinya, tim survei lapangan akan memeriksa kondisi pohon yang diajukan, apakah kondisi pohon layak atau tidak untuk dipotong. 

Jika pohon mati, menggangu kabel jaringan PLN, menggangu fasilitas umum, rawan tumbang, maka petugas akan melakukan pemangkasan.Dalam permintaan untuk pemotongan pohon, terdapat syarat yang harus dipenuhi.

Diantaranya, pemohon harus menyertakan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), kemudian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun Advice Planning jika bangunan masih dalam proses. Selain itu, harus mengganti dengan bibit pohon sesuai dengan Perda 3 tahun 2003 mengenai Pertanahan Kota dan Dekorasi Kota.

Topik
DLH Kota MalangPohon Tumbangmalang hujanyayasan panti asuhan khadijah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru