RSSA Malang Berhasil Operasi Bedah Jantung Balita 4 Tahun secara Terstruktur

Nov 03, 2021 10:46
Dokter spesialis jantung di Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu (IPJT) Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar (RSSA) Malang dr Artono Isharanto SpB Sp BTKV (dua dari kiri) saat memberikan penjelasan kepada awak media. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Dokter spesialis jantung di Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu (IPJT) Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar (RSSA) Malang dr Artono Isharanto SpB Sp BTKV (dua dari kiri) saat memberikan penjelasan kepada awak media. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu (IPJT) Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar (RSSA) Malang  berhasil melakukan operasi bedah jantung kepada balita  empat tahun Brian Atala Hafiz asal Kabupaten Blitar. 

Dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular di IPJT, yakni dr Artono Isharanto SpB Sp BTKV, mengatakan, tindakan operasi bedah jantungBrian dilakukan pada Kamis (28/10/2021) dengan beberapa tahapan yang telah direncanakan secara terstruktur. 

Artono menyebut, tindakan operasi bedah jantung ini baru pertama  dilakukan  secara terstruktur dari tiga kasus tindakan operasi yang dilakukan para dokter di IPJT RSSA. 

"Secara khusus, untuk memperjelas kasus, sebetulnya ini kasus ketiga kami. Tetapi secara struktur di rumah sakit dari awal, ini kasus pertama by design. Mulai pasien di tata hingga dilakukan penutupan sekat jantung," ujar Artono.

Tahapan secara terstruktur,s yakni mulai awal menemukan kasus jantung terhadap para pasien dengan cara melakukan diagnostik atau pemeriksaan secara klinis dan peninjauan. "Baik peninjauan secara fisik maupun fasilitas penunjang," ujar Artono. 

Kemudian, temuan atas kasus pada jantung pasien akan dibicarakan dengan melibatkan pasien, keluarga serta para dokter-dokter spesialis di IPJT RSSA Malang. Hal itu untuk menentukan kesepakatan waktu dan tindakan yang akan diambil oleh para dokter. 

Artono menyampaikan, dalam persiapan secara terstruktur khusus,  tindakan operasi bedah jantung terhadap anak juga akan melibatkan dokter anak, dokter THT (telinga, hidung, tenggorokan), serta dokter gigi. Hal itu untuk memastikan pasien tidak mengalami batuk, pilek, serta gigi tidak berlubang dan infeksi. 

"Karena kalau terjadi infeksi saat dilakukan tindakan operasi penutupan sekat jantung, infeksi akan menyebar ke mana-mana," terang Artono. 

Berdasarkan catatan IPJT RSSA, sejak awal  Januari 2019, setidaknya pihaknya telah melakukan operasi bypass jantung atau tindakan operasi untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah arteri koroner pada pasien sebanyak 14 kali, baik pasien jantung koroner maupun pasien penyakit jantung bawaan.

Pekan depan IPJT RSSA Malang juga akan melakukan tindakan operasi jantung bawaan kepada tiga pasien usia dewasa. 

Kedua orang tua Brian Atala Hafiz saat mendampingi anaknya paska operasi bersama dr Dyahris Koentartiwi.

Sementara itu, dokter spesialis anak konsultan kardiologi yakni dr Dyahris Koentartiwi SpA(K) menuturkan, balita atas nama Brian Atala Hafiz berusia 4 tahun sudah diperbolehkan pulang sejak  Selasa (2/11/2021) kemarin, setelah menjalani masa pemulihan selama enam hari paska dilakukan operasi untuk menutup kebocoran pada serambi jantung.

"Tindakan operasi diambil karena melihat lubang bocor serambi jantungnya yang besar. Kami observasi anaknya sudah memenuhi syarat untuk diambil tindakan operasi dan usianya pas empat tahun dengan berat badan 15 kilogram," ujar Dyahris. 

Pihaknya menyebutkan, di Indonesia pada tahun 2020 telah lahir sebanyak lima sampai tujuh juta bayi. Dari jumlah kelahiran bayi tersebut, sebanyak 50 ribu sampai 70 ribu  memiliki penyakit jantung bawaan. "Perbandingannya itu 1:100 anak di Indonesia mengidap penyakit jantung bawaan," kata Dyahris. 

Untuk beberapa gejala penyakit jantung bawaan yang harus diperhatikan oleh masyarakat khususnya bagi para orang tua, yakni anak sulit bernapas atau justru bernapas dengan cepat. Kemudian bibir, lidah dan kuku berwarna kebiruan. Berkeringat secara berlebihan terutama ketika makan

"Susah makan atau nafsu makan berkurang, penurunan berat badan, atau berat badan sulit bertambah, dan denyut nadi melemah," tutur Dyahris.

Proses tindakan operasi hingga pemulihan balita atas nama Brian Atala Hafiz terbilang sukses dan berhasil. Pasalnya, rentan waktu pemulihan yang kurang dari satu minggu atau enam hari merupakan rangkaian pemulihan yang normal. "Normalnya segitu kalau tidak ada komplikasi," imbuh Dyahris. 

Sementara itu, orang tua pasien yakni Rani Puspitasari merasa lega dan senang akhirnya anaknya dapat menjalani tindakan operasi penutupan serambi jantung yang bocor dengan gratis, karena sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan dengan kategori kelas tiga. 

"Waktu masuk ruang operasi itu sempat cemas, karena anak saya kan masih kecil. Ternyata kondisinya saat ini sudah stabil. Saya lega, karena lubang jantungnya sudah terutup dan saya bahagia anak saya bisa sehat," pungkas Rani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Operasi jantung anakRumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) MalangBedah jantung balita

Berita Lainnya

Berita

Terbaru