Bupati Malang Beber Strategi dan Terobosan Ekonomi di Awarding Bulan Inklusi Keuangan

Nov 02, 2021 21:01
Foto bersama kepala daerah Malang Raya pada acara Awarding Bulan Inklusi Keuangan 2021 (foto: Humas Pemkab Malang for JatimTIMES)
Foto bersama kepala daerah Malang Raya pada acara Awarding Bulan Inklusi Keuangan 2021 (foto: Humas Pemkab Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Bupati Malang HM Sanusi sampaikan terobosan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk meningkatkan inklusi sekaligus literasi keuangan di Bumi Arema. Hal itu ia sampaikan ketika menghadiri Awarding Bulan Inklusi Keuangan (BIK) tahun 2021 yang bertempat di Hotel Senyum, Kota Batu, Selasa (2/10/2021).

Dalam kesempatan ini turut hadir Wali Kota Malang Sutiaji, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Sugiarto Kasmuri. 

Pada sambutannya, Sanusi memberi contoh bahwa Indonesia sama halnya seperti negara Cina, India dan Brazil. Dimana ketiganya menjadi  negara yang berhasil melakukan program inklusi dan literasi keuangan di negaranya masing-masing. Ketiga negara tersebut memiliki karakteristik yang hampir sama dengan Indonesia, yaitu jumlah penduduk dengan berbagai ragam etnis dan budaya, serta luas wilayah dengan kondisi geografis yang juga sangat bervariasi.

“Tiga negara tersebut strategi umum yang digunakan dalam mendorong peningkatan inklusi dan literasi keuangan, meliputi analisis dan identifikasi terkait kendala maupun potensi inklusi keuangan yang dihadapi, melakukan perencanaan yang menyeluruh, kolaborasi dengan agen-agen perbankan, serta pemanfaatan platform digital dan penggunaan produk dan layanan keuangan yang tepat,” terang Sanusi.

Dalam hal ini, berbagai strategi terus diupayakan Pemkab Malang bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Malang. Diantaranya melalui berbagai langkah nyata dan program terobosan. Program tersebut meliputi Program Satu Rekening Satu Pelajar atau KEJAR, Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kluster Pertanian Alpukat Pameling, dan Pembukaan Rekening LAKU PANDAI, serta program-program lain yang diarahkan untuk meningkatkan inklusi sekaligus literasi keuangan. 

“Bicara tentang keuangan, tentu juga meliputi pembelian, pemasaran dan penjualan, tidak bisa di lepas dari kehidupan perekonomian. Dan saya arahkan kedepannya untuk produk ekspor dan hingga saat ini sudah tercatat 78 produk ekspor dari Kabupaten Malang, untuk itu saya akan mendorong semangat semua pihak termasuk kepala daerah se-Malang Raya untuk terus berkomitmen dalam mengembangkan ekosistem keuangan inklusif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan beserta masyarakat sekitar,” beber Sanusi.

Untuk itu Sanusi menyebut bahwa kepala daerah se-Malang Raya tentu menginginkan agar pembangunan untuk kedepannya juga berada dalam koridor dan tujuan yang sama. Selain untuk membangun daerah melalui pengembangan potensi lokal, juga memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada, serta dukungan sistem keuangan yang memadai.

“Saya optimis hal ini dapat terwujud melalui kolaborasi dan mudah-mudahan kesempatan seperti ini dapat menggugah kesadaran serta motivasi kita semua, untuk terus memperkuat sinergitas dalam mewujudkan kemajuan daerah,” tutup Sanusi.

Topik
Bupati Malang HM SanusiLiterasi KeuanganKabupaten MalangBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru