Darurat Narkoba, 24 Desa dan Kelurahan di Kota Batu Deklarasi Jadi Desa Bersinar

Nov 02, 2021 19:44
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama Ketua Apel Wiweko (samping kanan Dewanti) bersama Kepala BNN Kota Batu Dr Agus Surya Dewi lakukan deklarasi di El Hotel Kartika, Selasa (2/10/2021).
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama Ketua Apel Wiweko (samping kanan Dewanti) bersama Kepala BNN Kota Batu Dr Agus Surya Dewi lakukan deklarasi di El Hotel Kartika, Selasa (2/10/2021).

JATIMTIMES - Menekan laju penyalahgunaan narkoba, Pemkot Batu bersama Asosiasi Petinggi dan Lurah (APEL) beserta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu melakukan deklarasi komitmen Desa Bersih Narkoba (Bersinar). Deklarasi berlangsung di El Hotel Kartika, Selasa (2/10/2021).

Deklarasi itu dihadiri oleh 19 kepala desa dan 4 lurah di Kota Batu. Tema yang diangkat yakni ‘Deklarasi Menuju Desa Bersinar se-Kota Batu dan Raker Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba’.

Kepala BNN Kota Batu Dr Agus Surya Dewi mengatakan, kondisi Indonesia saat ini tengah memasuki kondisi darurat narkoba. Karena itu penting adanya komitmen bersama untuk mendukung terciptanya desa bersinar (bersih dari narkoba).

“Melihat 70 persen penduduk usia produktif di Indonesia, jika banyak yang menggunakan narkoba menjadi ancaman bagi Indonesia,” kata Agus Surya Dewi.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, berpesan agar tetap waspada dengan narkoba. Melihat Kota Batu adalah kota wisata di mana kunjungan wisatawan dari berbagai daerah sangatlah tinggi.

“Banyak tempat wisata, kita harus waspada. Harus memberikan pemahaman agar warga tidak menggunakan narkoba,” ucap Dewanti.

Peran serta Kepala Desa dan Lurah dinilai penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di wilayahnya tentang bahaya narkoba dan apa yang harus dilakukan jika ada warga yang harus menerima rehabilitasi.

Seperti halnya salah satu desa di Kecamatan Batu yakni Desa Oro-Oro Ombo yang lebih dulu ditetapkan sebagai desa bersinar melalui SK Wali Kota Batu. Bahkan untuk mensukseskan program ini, Pemkot Batu mengalokasikan anggaran mencapai Rp 35 juta.

“Tahun ini Desa Oro-Oro Ombo mengalokasikan Rp 35 juta untuk kegiatan Pokja desa bersinar,” kata Kepala Desa Oro-Oro Ombo, Wiweko yang juga Ketua Apel.

Mereka yang tergabung dalam Pokja yakni, Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), relawan dan penggiat akan menjalankan program dengan datang ke RT/RW untuk mensosialisasikan bahaya narkoba hingga membangun kesadaran masyarakat.

Topik
darurat narkobaPenyalahgunaan NarkobaKota BatuWali Kota BatuDewanti RumpokoBAHAYA NARKOBAberita kota batuBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru