Punya 2000 Bus, PO Bagong Tambah Dua Armada Baru

Nov 02, 2021 16:33
Armada bus baru PO Bagong (foto: PO Bagong for JatimTIMES)
Armada bus baru PO Bagong (foto: PO Bagong for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Perusahaan otobus (PO) Bagong merilis dua armada baru yang disiapkan untuk melayani perjalanan antar kota dalam provinsi (AKDP) jurusan Surabaya-Trenggalek.

Owner PO Bagong, Budi Susilo membenarkan bahwa baru-baru ini pihaknya telah merilis dua bus baru. Bus tersebut termasuk bus besar karena berkapasitas 60 tempat duduk.

“Benar ada dua bus baru untuk AKDP jurusan Surabaya-Trenggalek, kapasitas 60 orang,” kata Budi Susilo kepada MalangTIMES, Selasa (2/11/2021).

Dengan bertambahnya dua bus baru itu, praktis armada dari PO Bagong semakin bertambah. Sebelumnya dari penuturan Budi, PO Bagong memiliki kurang lebih 2000 bus yang beroperasi di seluruh Indonesia.

“Sekarang total hampir 2000 bus, itu ada di seluruh Indonesia. Untuk di Kalimantan khusus angkutan karyawan tambang. Kalau di Jawa untuk angkutan reguler,” ungkap Budi.

Selama pandemi, PO Bagong harus rela banyak armada bus nya yang tidak beroperasi. Karena dari data, Budi menuturkan bahwa bus yang beroperasi tidak ada 5 persen dari total keseluruhan.

“Karena covid-19 ini tidak ada 5 persen yang jalan. Sebelum Covid, jurusan Gadang-Blitar bisa sampai 35 yang jalan, tapi sekarang hanya 4 bus,” kata Budi.

Bahkan dari bus yang jalan itu, Budi menjelaskan bahwa penumpang juga tidak banyak. Namun pihaknya tetap bertekad untuk menjalankan bus tersebut untuk melayani masyarakat.

“Per rate biasanya hanya 7 orang. Bagaimana pun juga kami punya tanggung jawab punya izin trayek, ada atau tidak ada penumpang juga harus jalan,” ucap Budi.

Budi juga menjelaskan bahwa saat ini untuk menyiasati pandemi, pihaknya tetap menjalankan armada bus nya. Karena masyarakat juga kerap telepon untuk memastikan bahwa bus dari PO Bagong tetap berjalan.

“Menyiasati pandemi, karena reguler ya harus tetap jalan, walau tidak full (penumpang) ya tetap jalan, intinya tetap ada pelayanan,” ungkap Budi.

Dan meski diterpa badai pandemi covid-19, Budi menuturkan bahwa pihaknya bersyukur hingga saat ini tidak mengurangi atau merumahkan karyawannya.

“Sampai hari ini ada 120 karyawan dan kami bersyukur tidak ada yang dirumahkan,” jelas Budi.

Sementara itu, disinggung mengenai rencana pemerintah menerapkan aturan polymerase chain reaction (PCR) bagi semua moda transportasi, Budi menuturkan bahwa pihaknya akan mematuhi aturan yang telah dibuat pemerintah.

“Intinya PO Bagong ikut aturan pemerintah, dan pasti akan dijalankan oleh manajemen. Karena menurut kami hal itu untuk kebaikan semuanya,” tegas Budi.

Sebagai informasi, bus Bagong sendiri telah berdiri sejak 12 September 1994. Namun pemilik nya Hari Soesilo sudah terjun ke dunia otomotif sejak tahun 80an silam.

Topik
Bus Bagongpipanisasi di tuban

Berita Lainnya

Berita

Terbaru