Usung Konsep Budaya Lokal, Sederet Fasilitas Ini Bakal Hadir di RTH Buring

Nov 02, 2021 14:19
Suasana FGD Pembangunan RTH Buring yang digelar DLH Kota Malang di Hotel Savana, Selasa (2/11/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana FGD Pembangunan RTH Buring yang digelar DLH Kota Malang di Hotel Savana, Selasa (2/11/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Ruang Terbuka Hijau (RTH) Buring bakal menjadi salah satu area rekreasi baru di wilayah Timur Kota Malang. Ya, proyek yang sebelumnya adalah pembangunan Alun-Alun Kedungkandang tersebut kini tengah berproses pencarian nama dan penuntasan tahapan Detail Engineering Design (DED).

Konsep taman luas yang rencana tahap awalnya bakal dibangun dari anggaran sebesar Rp 5 Miliar di tahun 2022 ini bakal mengusung konsep budaya lokal. Hadirnya RTH Buring, disinyalir bakal menambah kawasan terbuka hijau yang lebih menarik dan berwarna di Kota Malang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Wahyu Setianto mengungkapkan, beragam fasilitas akan dihadirkan di area yang akan ditempatkan di sebelah bangunan Telecenter Daragrati Kedungkandang. Mengusung budaya lokal, bangunan akan menghadap ke Candi Badut.

Kemudian, konsep RTH Buring ini juga sebagai sarana edukasi khususnya bagi pelajar di Kota Malang dengan mengandalkan taman-taman perkotaan.

"Bangunannya nanti mengarah ke Candi Badut, konsepnya seperti itu. Mengusung budaya lokal," ungkap Wahyu saat ditemui dalam kegiatan FGD 2 Pembangunan RTH Buring di Hotel Savana, Selasa (2/11/2021).

Disamping itu, RTH Buring ini nantinya juga bakal ramah disabilitas, lansia, hingga anak-anak. Juga, disertai fasilitas penunjang seperti Mushola hingga toilet. Area jogging track, arena pesepedah, skate board, sepatu roda, home teater dan masih banyak lainnya, untuk fasilitasi pemuda-pemudi di Kota Malang.

"Ada tempat untuk pesepedah, jogging track, disabilitas, toilet, mushola, itu nanti di sana. Termasuk edukasi, di sana dengan adanya pepohonan yang nantinya bisa diketahui informasinya, ada penjelasan dengan sound-sound itu," terang Wahyu.

Hal lainnya yang juga akan difasilitasi, nantinya area parkir yang tidak berada di luar arena. Hingga tersedianya fasilitas bagi Pedagang Kaki Lima (PKL). "Nanti area parkir ada sendiri, juga fasilitasi PKL," jelas Wahyu.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menambahkan, dalam pembangunan RTH Buring ini nantinya diharapkan memiliki keunikan dan khas tersendiri. Proyek yang dinilai bakal menjadi primadona di wilayah Timur ini nantinya juga mampu mengembangkan perekonomian masyarakat.

"Pohonnya harus rindang, ada ke khasan. Kaitannya dengan ekonomi itu, bertumbuh kembang disitu. Kehadiran RTH Buring bisa menjawab itu, orang akan tertarik ke sana. Saya pesan, PKL ada tapi tetap dijaga kebersihannya," kata Sutiaji.

Selain mengusulkan adanya video moving yang bisa diterapkan tiap satu pekan atau satu bulan sekalo, nantinya kawasan RTH Buring diharapkan juga bebas rokok. Artinya, juga disediakan area bagi perokok tersendiri.

"Tidak boleh merokok ditempat umum, ada tempat sendiri nanti. Ada tempat menyusui, toiletnya harus bersih. Termasuk nanti, ada burung-burung, jadi membuat daya tarik orang datang," pungkas Sutiaji.

Topik
Sutiajipandu digitalWahyu Setianto

Berita Lainnya

Berita

Terbaru