DLH Kota Malang Mantapkan Desain Pembangunan Ruang Terbuka Hijau Buring

Nov 02, 2021 14:04
Wali Kota Malang Sutiaji (berkopiah) saat mengisi kegiatan FGD Pembangunan RTH Buring DLH Kota Malang, Selasa (2/11/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (berkopiah) saat mengisi kegiatan FGD Pembangunan RTH Buring DLH Kota Malang, Selasa (2/11/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Buring menjadi salah satu yang dipersiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang di tahun 2022 mendatang. RTH yang akan ditempatkan di kawasan timur ini sebagai upaya penambahan RTH dan memberikan fasilitasi area rekreasi bagi masyarakat Kota Malang.

Konsep desain dari proyek yang sebelumnya dinamai Alun-Alun Kedungkandang ini dibahas dalam Forum Group Discussion (FGD) 2 Pembangunan RTH Buring yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, di Hotel Savana, Selasa (2/11/2021).

Proyek yang ditaksir bakal menjadi primadona di wilayah Timur Kota Malang tersebut bakal berganti nama dari yang sebelumnya Alun-Alun Kedungkandang. Tentunya, dengan menghadirkan warna-warna desain baru untuk RTH Kota Malang.

"Nama itu nanti masih proses, akan dilombakan. Jadi ini RTH Buring, alun-alun itu sebagai penanda. Namanya apa, nanti yang tetap menggambarkan Kota Malang," ujar Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto.

Konsep desain tersebut, ditargetkan tuntas akhir bulan November 2021 ini. Setelahnya, baru tahapan untuk pengerjaan pembangunan yang tahap awalnya direncanakan di tahun 2022 mendatang dengan anggaran awal ditaksir senilai Rp 5 Miliar.

"DED ditargetkan Insya Allah bulan ini selesai, nanti dikoreksi lagi. Tahap awal kita anggarkan Rp 5 Miliar, itu masih kurang ya. Nanti nyambung, misalnya wilayah ini mana dulu dari anggaran itu yang bisa dibangun lebih dulu," terang Wahyu Setianto.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Malang Sutiaji menambahkan ingin adanya sesuatu yang menjual dari RTH Buring tersebut. Sehingga, mampu menarik pengunjung untuk meramaikan wilayah Timur ini.

"Alun-alun atau RTH ini akan membawa suasana yang lebih nyaman. Kita harus ciptakan ruang-ruang terbuka yang lebih menarik," ungkapnya.

Tahapan penyusunan DED ini, dikatakan Sutiaji, masih tahap finalisasi. Di dalamnya, nanti juga akan ada spot-spot khusus seperti pohon Tabebuya yang hanya di satu sisi. Kemudian, nantinya diharapkan ada khas tersendiri yang hanya diberlakukan setiap satu pekan atau satu bulan sekali untuk menarik pengunjung.

"Ini masih finalisasi, nanti kan ada pohon-pohon Tabebuya di satu titik itu mungkin untuk spot foto. Terus ada yang sifatnya tolong dibuatkan tapi by event itu video moving. Jadi tidak terus menerus, agar menarik orang untuk datang. Kota Malang ini kan beragam, berwarna-warni," pungkas Sutiaji.

RTH Buring ini nantinya akan dibangun di sebelah bangunan Telecenter Daragrati Kedungkandang. Di dalamya bakal dilengkapi berbagai fasilitas, edukasi, termasuk fasilitas ramah anak dan untuk mensupport berbagai kegiatan anak millenial.

Dengan hadirnya RTH ini, sebagai salah satu bentuk pemecah keramaian di pusat kota, seiring dengan keinginan Pemkot Malang untuk menjadikan wilayah Timur Kota Malang menjadi primadona.

Topik
DLH Kota MalangWahyu SetiantoRuang Terbuka HijauSutiajidelman gratis

Berita Lainnya

Berita

Terbaru