BPOM Resmi Izinkan Vaksin Sinovac untuk Anak Usia 6-11 Tahun, Ini Pesan IDAI

Nov 02, 2021 08:47
Ilustrasi (Foto: Alodokter)
Ilustrasi (Foto: Alodokter)

JATIMTIMES - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin covid-19 produksi perusahaan asal China, Sinovac, bagi anak usia 6-11 tahun.

Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebut, penerbitan EUA ini telah melalui penilaian bersama Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) terhadap data mutu vaksin yang mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara internasional.

"Jadi sekarang penggunaan dari vaksin Sinovac sudah bisa digunakan untuk anak 6 sampai 11 tahun ," kata Penny dalam konferensi pers daring (1/11/2021).

Diharapkan keputusan ini bisa menjadi kabar gembira bagi sejumlah orang, khususnya para orang tua. "Kami yakin bahwa vaksinasi anak menjadi sesuatu yang urgen sekarang, apalagi PTM sudah dimulai," ujar Penny.

Usai pengumuman ini, nantinya para ahli akan menyampaikan urgensi dan prioritas serta isu-isu yang komprehensif mengapa anak-anak perlu divaksin. Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menargetkan agar program vaksinasi covid-19 anak usia 5-11 tahun dapat digelar awal 2022. 

Pesan IDAI untuk vaksin anak usia 6-11 tahun

Hal ini tentunya langsung disambut baik oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Menurut Piprim Basarah Yanuarso, ketua IDAI, kasus kematian anak akibat covid-19 di Indonesia terbilang paling tinggi dibandingkan negara-negara lain. 

Secara persentase, angka kematian 'hanya' satu persen. Namun jika ini terjadi pada anak di lingkungan terdekat, tentu angka besar atau kecil tidak berarti lagi.

IDAI lantas berpesan agar orang tua tidak ragu membawa anak-anaknya untuk melakukan vaksinasi covid-19. "Anak-anak itu selain bisa tertular, juga bisa menularkan. Anak banyak jadi OTG [orang tanpa gejala] dan tidak ketahuan. Anak bisa menularkan ke mana-mana. Ke eyangnya, om, tantenya yang komorbid. Tentu akan fatal," kata Piprim.

Piprim mengaku pihaknya akan segera mengeluarkan rekomendasi terkait vaksinasi anak 6-11 tahun. Namun pada prinsipnya, amat sedikit kontraindikasinya.

"Anak yang immunocompromise, sakit berat, ada keganasan, sesak, gagal jantung, tentu tidak bisa (divaksin). IDAI akan mengeluarkan rekomendasi secepatnya," ucap Piprim.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
vaksinasi anakvaksin sinovacIkatan Dokter Anak IndonesiaVaksinasi Covid 19

Berita Lainnya

Berita

Terbaru