Pria Ganjal Asmara, Dibutuhkan Cintanya saat Kesedihan

Nov 01, 2021 21:51
Ilustrasi (Foto: Istimewa).
Ilustrasi (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Dia tidak terlalu cantik, tapi Muhsin sudah terlanjur cinta dengan Narsih. Bagi Muhsin, Narsih enak dipandang sejak pertama kali ketemu, dua tahun lalu. 

Terdorong rasa ingin hidup bersama selamanya, Muhsin terus mencari tahu latar belakang Narsih. Ia mulai mendekati teman-temannya, mencari tahu apa hobby, makanan kesukaan hingga lagu-lagu yang di senangi sampai pada ketertarikan warna. 

Setelah dapat referensi, Muhsin menyimpulkan bahwa Narsih memang wanita judes, manja namun tetap mengesankan. 

Salaman pertama, berdebar hati Muhsin mengenalkan nama. Tak diduga, Narsih ternyata sudah tau nama Muhsin dan bahkan tau apa yang selama ini ia lakukan. 

Meski pertemuan pertama itu terjadi tiga orang, Muhsin tak segan lagi tukar nomor tanpa harus melalui perantara teman yang sejak salaman sudah nimbrung bareng di salah satu warung kopi yang sepi itu. 

Sejak itu, hubungan semakin intens, keduanya semakin akrab dan banyak tema obrolan baik melalui pesan atau terkadang ketemu berdua.

Jika selama ini Muhsin dikenal kurang rajin salat, kurang tidur malam karena suka begadang di warung, suka merokok dan tak memikirkan pola hidup, lambat laun berubah karena Narsih mulai sering menasihatinya. 

Enam bulan, hubungan tanpa status itu dijalani dengan bahagia. Tiba saatnya Muhsin memberanikan diri mengungkapkan perasaanya pada Narsih, pagi di hari Jumat, tepat saat Narsih Ulang Tahun. 

Tak dapat langsung bersambut, Narsih minta waktu seminggu untuk menjawab. 

Disinilah, detik-detik yang menyiksa karena selama itu, ia harus memendam rasa penasaran. 

Pucat, berat badan turun dan seperti puasa yang panjang karena selama itu juga Muhsin berniat tak menghubungi Narsih. 

Hari ketujuh, mendung yang kian pekat setelah mulai Juli di kampungnya tidak hujan. Tanah kering kerontang di tempat tinggal Muhsin, hari itu tiba-tiba tersiram air dari langit. 

Senang bukan kepalang, jawaban Narsih siang itu menghidupkan semangat dan membangkitkan harapan Muhsin karena cintanya diterima. 

Status pacaran dijalani, dari seorang remaja berjuluk pengacara (pengangguran banyak acara), kini Muhsin jadi remaja taat dan giat bekerja. 

Namun, tiga bulan berjalan kendala mulai terjadi karena Narsih mulai menutup diri. 

Jika sebelumnya sering mengingatkan salat, melarang merokok kini mulai meremote kebiasaan lain termasuk kewajiban menelepon, cemburu dan banyak sikap kurang wajar ditunjukkan. 

Karena semakin hari semakin over, Muhsin berusaha mencari tahu apa yang terjadi. Kembali, ia menjadi detektif khusus mengamati perubahan sikap dan yang melatarbelakangi. 

Rupanya, sikap Narsih berubah karena cinta yang diterima bertentangan dengan kemauan orang tua. Ia berusaha menunjukkan bahwa pria yang dipilih lebih baik dari idaman orang tuanya sendiri. 

Narsih tak ingin, Muhsin kecewa. Jika kelak tak kuat dengan ujian darinya, maka keputusan berpisah akan timbul dari Muhsin sendiri. 

Tak mau menyerah, Muhsin mulai sering datang ke rumah Narsih. Bahkan sengaja di saat waktu yang kedua orang tua Narsih sedang di rumah. 

Lama kelamaan, sikap baik Muhsin dapat diterima dan seiring waktu Narsih tak lagi bersikap menyebalkan. 

Lima bulan, hubungan mereka sangat hangat. Namun, entah karena apa Narsih mulai lambat membalas pesan dan mengangkat ponsel saat Muhsin menghubunginya. 

Awalnya, Muhsin mencoba menganggap itu hal wajar. Namun, karena berulang terjadi Muhsin mulai curiga jika Narsih sudah mulai mau berbohong. 

Apalagi, di status yang ia tulis selalu terkesan ditujukan ke orang lain. 

Puncaknya, entah sengaja atau kepencet Muhsin menerima balasan yang mesra namun sebelumnya tidak ada chating.

Saat Muhsin berusaha menjelaskan, Narsih malah berkilah bahwa nomornya di bajak orang. Sungguh, jawaban yang tidak masuk akal diterima Muhsin. 

Saat mendengar Narsih selingkuh di kemudian waktu Muhsin dapat kabar, ia tidak kaget. Dugaan di dalam hatinya justru kini terjawab tanpa harus mencari tahu seperti sebelumnya. 

Dalam pesan terakhir, Narsih mengaku lelah dan ingin istirahat untuk tidak saling menghubungi lagi. Namun, setelah hari itu berbagai kabar terus diterima Muhsin dari teman dan keluarga Narsih sendiri.

Mendengar kabar Narsih sering lemas, muntah-muntah dan harus pergi ke bidan membuat Muhsin makin curiga. Jika selama ini, ia sudah berusaha dan berhasil menjaga nafsu dan aurat Narsih, mengapa justru orang lain tanpa sepengetahuannya dapat leluasa melalukan hubungan terlarang.

Dengan membawa sakit hati yang tak dapat diungkapkan dengan kata, di bulan ke 10 dari istirahatnya hubungan itu Muhsin menerima chat dari Narsih.

Tanpa malu, Narsih minta Muhsin kembali karena anak yang baru dilahirkan belum genap satu bulan itu sejak kehamilan bulan ketiga tidak pernah dikunjungi ayah kandungnya.

Selanjutnya, Narsih tahu benar Muhsin adalah orang yang baik dan akan memaafkan segala kesalahan yang di sebutnya sebagai khilaf itu.

Ditangan Muhsin sudah ada segelas air putih berisi cairan racun tikus, saat ia hendak meminumnya suara azan berkumandang dan spontan melangkah ke Masjid untuk bersujud pada sang khalik.

Cukup lama di masjid, doa dan tangis dari mata pria tampan ini seakan memecah langit.

Sesampai di rumah, di ruang tamu tampak tubuh wanita terkulai dengan mulut berbuih.

Muhsin segera memeluk dan melarikannya ke rumah sakit, beruntung wanita yang ternyata adalah Narsih itu dapat diselamatkan dari ajalnya.

*Cerpen Ini Disarikan Dari Kisah Nyata, Nama di dalamnya Hanyalah Samaran Belaka

Topik
cerita pendekkisah nyataBusana keren untuk reunian

Berita Lainnya

Berita

Terbaru