Mendekati Satu Abad NU, Ketua PCNU Kabupaten Malang Sampaikan Hal Penting

Nov 01, 2021 19:02
Ketua PCNU Kabupaten Malang, dr. Umar Usman.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Ketua PCNU Kabupaten Malang, dr. Umar Usman.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Mendekati usia satu abad Nahdlatul Ulama, Ketua PC NU Kabupaten Malang dr Umar Usman menyampaikan sejumlah hal penting. Selain itu menurutnya juga sinergi guna mewujudkan kemandirian.

Untuk diketahui, pada 2026 mendatang atau sekitar lima tahun lagi, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan terbesar di Indonesia, NU akan berusia 100 tahun atau satu abad.

"Jelang satu abad NU, penting dilakukan sinergi dan 3 hal untuk mewujudkan kemandirian," ujar dr. Umar, Senin (1/11/2021).

Di mana sebagai sebuah organisasi perjuangan yang diberi nama Nahdatul Ilama (kebangkitan ulama), maka menurutnya sudah selayaknya mempersiapkan sebuah kerja besar yang mengutamakan pemberdayaan, pengkaderan, militansi (jihad multidimesional), dalam bingkai rahmatan lil alamiin. 

"Tema sentral menjelang 1 abad NU adalah perlunya kolaborasi semua pihak, agar kemandirian NU segera tercapai," terang dr Umar Usman MM.

Dirinya bersepakat dengan pemikiran Gus Nadirsyah Hosen. Yakni PBNU ke depan harus merangkul tiga pihak. Yaitu penjaga gawang Aswaja, para pemikir visioner dan para praktisi di berbagai bidang profesional.

"Secara lebih eksplisit tiga hal tersebut adalah melakukan kolaborasi dengan penjaga aswaja, pemikir visioner dan praktisi profesional. Sangat tepat daya pikir dan strateginya untuk menjaga kemajuan organisasi. Ada bidang keahlian masing-masing. Semoga NU ke depan, terutama di cabang mampu menempatkan orang-orang/tokoh-tokoh yang sesuai dengan tiga ketentuan tersebut," terang dr. Umar.

Di sisi lain, dr Umar mengatakan bahwa setidaknya ada tiga hal yang menjadi bukti sumbangsing NU yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat. Pertama dalam penanganan bencana alam gempa bumi beberapa waktu lalu.

"Yang agak signifikan yakni keikutsertaan NU dalam penanganan gempa bumi. Baik penanganan secara logistik, penyediaan papan dan bantuan kebutuhan sehari-hari lainnya. Termasuk juga saat terjadi bencana kekeringan, kami turut memasok air untuk minum dan keperluan sehari-hari," ujar dr. Umar.

Contoh bukti kiprah Inspiratif lainnya adalah dalam penggalangan dana yang semakin berkembang dan maju. Yaitu seperti yang dilakukan NU Turen yang layak menjadi teladan dan inspirasi.

"Satu lagi bukti konkrit sumbangsih NU adalah dalam upaya menghalau Covid 19. Kami turut membantu sehingga Alhamdulillah kurva pandemi melandai. Diharapkan denyut nadi perekonomian kembali menggeliat demi meningkatkan kesejahteraan Nahdliyyin dan semua rakyat Nusantara," pungkasnya.

Topik
sayu abad nudesa adat osingNahdlatul Ulama

Berita Lainnya

Berita

Terbaru