Perkuat Kemandirian Ekonomi, Wali Kota Sutiaji Ingin Tiap RW Punya Inovasi Wisata

Nov 01, 2021 15:09
Wali Kota Malang Sutiaji (bertopi hitam) saat memberikan sambutan dalam kegiatan peninjauan destinasi Hutan Segitiga, di Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (1/11/2021). (Foto: Istimewa).
Wali Kota Malang Sutiaji (bertopi hitam) saat memberikan sambutan dalam kegiatan peninjauan destinasi Hutan Segitiga, di Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (1/11/2021). (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Sektor pariwisata menjadi salah satu yang terus dioptimalkan di Kota Malang. Terlebih, di masa pandemi Covid-19 ini, sektor ini cukup berdampak. Hal ini menjadikan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mengembangkan konsep destinasi wisata Kampung Tematik di setiap wilayah, hingga tingkat RW. Tujuannya, memperkuat perekonomian di setiap wilayah masing-masing.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, hadirnya inovasi tempat wisata di setiap wilayah ini menjadi hal baru yang bisa dikembangkan di tengah masa pandemi Covid-19. Sebab, selama ini area wisata publik hadir dengan pembatasan yang ketat. Dengan tempat wisata di wilayah tingkat RT/RW, paling tidak, hal tersebut menjadi sarana wisata bagi warga sekitar tanpa perlu bepergian jauh dari lingkungannya sendiri.

"Kita tengah mengembangkan wisata-wisata baru kampung-kampung tematik. Kenapa? saat ini kita memang terbatas sekali areal-areal untuk bermain. Pandemi seakan-akan memberikan perhatian pada kita semua, ndak usah keluyuran kemana-mana cukup berekreasi di masing-masing lingkungannya," ujar Sutiaji, saat meninjau destinasi wisata Hutan Segitiga, di RW 07 Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (1/110/2021).

Menurutnya, hal ini juga bagian dari upaya bersama dalam menekan penyebaran Covid-19 di Kota Malang. Termasuk, meningkatkan kemandirian ekonomi di masing-masing wilayah.

"Sehingga harapannya, yang namanya kesehatan tetap terjaga dengan baik. Yang tidak kalah pentingnya, bagaimana kemandirian ekonomi ini bisa dijalankan," imbuhnya.

Salah satu kegiatan yang mampu menopang kemandirian ekonomi tersebut, dikatakannya, bisa melalui aktivitas di setiap wilayah. Destinasi wisata ini, menjadi hal yang bisa dipilih oleh warga. Sebab, dengan hadirnya kampung tematik, warga sekitar bisa menciptakan peluang ekonomi. Seperti, dengan berjualan makanan dan minuman di area sendiri yang bisa berimbas pada peningkatan ekonomi di wilayah tersebut.

"Ekonomi kita bisa kuat, kita harus tangguh. Ekonominya kita bentuk sendiri. Kalau dibangun kampung-kampung tematik, ada jual di sini, produk-produk kita nggak usah beli ke retail-retail modern. Tapi, kita beli produk dari toko-toko klontong yang ada di masing-masing RT/RW," pungkas Sutiaji.

Topik
penyakit pneumoniaWalikota Malangberita kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru