Di Hari Aksara Internasional, SMAN 1 Gondanglegi Sabet Juara 1 Perpustakaan Sekolah Madrasah Tingkat SMA

Oct 30, 2021 20:07
Bupati Malang Sanusi (paling kiri) saat menghadiri peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-56 tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim) Tahun 2021 (foto: Humas Pemkab Malang for MalangTIMES)
Bupati Malang Sanusi (paling kiri) saat menghadiri peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-56 tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim) Tahun 2021 (foto: Humas Pemkab Malang for MalangTIMES)

JATIMTIMES - Bupati Malang Sanusi menghadiri peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-56 tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim) tahun 2021 yang digelar di El Royale Hotel, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (30/10/2021).

Peringatan HAI 2021 yang mengusung tema "Literasi Digital Berbasis Kearifan Lokal" ini dihadiri oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, bupati dan wali kota se-Jawa Timur, serta perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Jatim.

Pada rangkaian peringatan Hari Aksara Internasional ini, Perpustakaan SMAN 1 Gondanglegi Kabupaten Malang mendapatkan Juara 1 Perpustakaan Sekolah Madrasah Tingkat SMA (SMA, MA, SMK) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2021. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Khofifah Indar Parawansa kepada Kepala SMAN 1 Gondanglegi, Sugiono.

Sanusi bangga atas capaian yang diperoleh SMAN 1 Gondanglegi. Dalam hal ini, Sanusi berharap sekolah lain juga dapat menjadi juara di bidang lainnya. “Pemkab Malang akan terus berupaya meningkatkan minat baca, utamanya bagi para pelajar di Kabupaten Malang,” ucap Sanusi.

Peringatan HAI ke-56 tingkat Provinsi Jatim 2021 memiliki tujuan antara lain mempublikasikan kepada masyarakat terkait perkembangan program keaksaraan di Provinsi Jatim. Mengkampanyekan pentingnya pendidikan keaksaraan dalam pembangunan di Jatim, serta membangun komunikasi antar penggiat dan pengelola program keaksaraan dalam membangun masyarakat beraksara.

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan 4 pilar literasi digital sebagai dasar untuk melaksanakan transformasi digital, yaitu digital skilldigital culturedigital ethics, dan digital safety. Sedangkan berdasarkan lingkungan penggunanya, terdapat digital societydigital government, dan digital economy.

“Untuk mencapai digital government, harus ada kesepakatan dari seluruh stakeholder. Tim harus benar-benar bisa membangun kerangka agar memiliki 'tembok' yang kuat, karena ujung dari semua ini adalah untuk memudahkan, mempercepat, dan memberi kepastian. Untuk itu, mari bersama-sama kita dorong digital government dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat,” tutur Khofifah.

Seiring berjalannya percepatan transformasi digital, Khofifah menyampaikan pesan kepada bupati dan wali kota se-Jatim agar tetap menjaga dan tidak meninggalkan kearifan lokal daerahnya.

“Meskipun transformasi digital adalah sebuah keniscayaan, jangan sampai manusia digerakkan oleh teknologi. Akan tetapi manusialah yang selayaknya menggerakkan teknologi,” tegas Khofifah.

Topik
perpustakaan sman 1 gondanglegikerjasama pertahanan indonesia prancisBupati Malang SanusiGubernur Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru