Lewat Kopi, Wabup Malang Dorong Masyarakat Bisa Terus Berinovasi

Oct 30, 2021 19:04
Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto saat meresmikan salah satu kedai kopi di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. (Foto: Humas dan Prokopim Kabupaten Malang).
Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto saat meresmikan salah satu kedai kopi di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. (Foto: Humas dan Prokopim Kabupaten Malang).

JATIMTIMES - Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto mendorong masyarakat untuk terus melakukan kreasi dan melahirkan inovasi. Tujuannya untuk bisa kembali mengungkit perekonomian setelah sempat lesu akibat pandemi Covid-19. 

Hal tersebut ia sampaikan usai meresmikan Kafe Tunggal Jago yang ada di Dusun Bugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (30/10/2021). Dalam peresmian tersebut, Didik juga didampingi oleh Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Pakis. 

Menurut Didik, kafe merupakan instrumen yang cukup bagus untuk dipilih sebagai roda pendorong perekonomian masyarakat. Hal itu mengingat Kabupaten Malang juga cukup dikenal sebagai daerah penghasil kopi. Sehingga, kafe menjadi salah satu opsi yang dapat dipilih untuk mengelola rantai bisnis untuk hasil produksi tanaman kopi. Selain itu, dari pantauannya, bisnis kopi saat ini sedang banyak digemari. Baik berupa kafe atau hanya seperti kedai kopi

"Kegiatan ini menjadi suatu kolaborasi yang bagus dalam mensinergikan semua unsur. Inilah yang diharapkan oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Silahkan kolaborasi ini dilakukan secara baik dengan kreativitas dan inovasi yang dilakukan dengan berbagai variasi,” ujar Didik, Sabtu (30/10/2021).

Apalagi menurutnya, saat ini kedai kopi sudah semakin banyak dikreasi oleh para pemiliknya menjadi lebih nyaman. Sehingga sudah tidak asing lagi jika aktivitas 'ngopi' saat ini, menjadi hal yang semakin digemari masyarakat, terutama kalangan anak muda. 

“Salah satu obyek bisnis yang sangat menggiurkan mengingat ngopi saat ini telah menjadi budaya dan trend terutama di kalangan anak-anak muda. Dulu kedai kopi identik dengan warung yang kurang nyaman, tidak menarik dan suasana yang monoton. Namun saat ini kedai kopi atau kafe telah bertransformasi menjadi bisnis yang lebih modern," terang Didik.

Untuk itulah menurut Didik, pengembangan bisnis di sektor perkopian dibutuhkan adanya sinergitas dari hulu ke hilir. Sehingga para pelaku usaha di sisi hulu, seperti para petani kopi tidak akan berkembang manakala tidak ditopang pelaku usaha di sisi hilir. Juga sebaliknya, tanpa keseriusan di sisi hulu, para pelaku di sisi hilir juga tidak akan mendapatkan suplai bahan baku yang berkualitas dan memiliki kuantitas memadai.

Sehingga, Didik beranggapan perlu ada keseriusan antar pelaku usaha masing-masing. Baik dari petani untuk menghasilkan kopi terbaik, ataupun pengusaha kedai kopi. 

"Mari kita bersama-sama bangun kekuatan agar Kabupaten Malang dapat senantiasa menjadi barometer industri kopi di Indonesia," pungkas Didik.

Topik
Wabup Malangkopi kabupaten malangpembuangan bayi di kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru