Rapat di Hotel Bintang 5 Tuai Kontroversi, KPK: Sudah Diagendakan Jauh-Jauh Hari

Oct 28, 2021 09:34
KPK (Foto: Kompas.com)
KPK (Foto: Kompas.com)

JATIMTIMES - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadi sorotan publik. Bagaimana tidak, di tengah situasi pandemi Covid-19 KPK justru akan menggelar rapat kerja di salah 1 bintang 5 di Yogyakarta. 

KPK sendiri telah mengakui pihaknya menggelar rapat kerja ortaka di Hotel Shreton Mustika, Yogjakarta pada 27–29 Oktober 2021. Rapat ini digelar setelah peralihan status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Menindaklanjuti amanah UU Nomor 19 tahun 2019 yang mengatur bahwa KPK termasuk ke dalam rumpun eksekutif dengan status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Pasca pelantikan peralihan status pegawai KPK menjadi ASN tersebut, kami kemudian perlu melakukan harmonisasi regulasi dan penyempurnaan struktur organisasi guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi KPK sesuai UU tersebut," kata Sekjen KPK Cahya Harefa dalam keterangannya. 

Cahya menuturkan, sejak Rabu hingga besok, KPK mengadakan rapat intensif yang melibatkan pimpinan dan jajaran pejabat struktural, guna finalisasi rumusan penyesuaian aturan dan struktur organisasi KPK sesuai kedudukan barunya.

Melalui penyesuaian dan penyempurnaan itu, maka tugas-tugas pemberantasan korupsi, baik yang dijalankan melalui upaya pencegahan, penindakan, maupun pendidikan, diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien dengan landasan regulasi yang kuat dan dukungan struktur organisasi yang tepat.

Cahya menjelaskan bahwa agenda rapat ini sudah direncanakan jauh-jauh hari. "Rapat intensif yang digelar di Yogjakarta ini telah diagendakan jauh-jauh hari baik dari aspek perencanaan anggaran maupun rancangan pelaksanaannya, namun harus tertunda karena kondisi pandemi dan baru bisa dilaksanakan saat ini," klaim Cahya.

Ia memastikan, pelibatan pimpinan dan para pejabat struktural ini juga penting untuk menyelaraskan seluruh program kerja KPK, membangun kerjasama antar-tim dan unit kerja. 

Sebagaimana diketahui, Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rapat kerja ortaka di Hotel Shreton Mustika, Yogjakarta pada 27–29 Oktober 2021. Bahkan di tengah-tengah kegiatan  dijadwalkan pula agenda lomba tumpeng hingga sepeda santai pada 29 Oktober.

Kegiatan ini, dihadiri oleh Pimpinan KPK; Sekjen dan Seluruh Deputi; seluruh Direktur pada Deputi Penindakan dan Eksekusi; Kepala Biro SDM, Biro Keuangan, Biro Hukum dan Direktur Manajemen Informasi; Kepala Pusrenstra dan seluruh staf; Kaset Penindakan dan Eksekusi, Kabag KAP dan Kasetpim.

Novel Baswedan mengkritik

Kegiatan ini pun dikritik oleh mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan. Novel mempertanyakan keberpihakan Pimpinan KPK yang menggelar acara di tengah pandemi Covid-19.

"Pimpinan KPK dan pejabat utamanya besok dan lusa, laksanakan raker di Hotel Seraton Jogja," ungkap Novel dalam cuitan di media sosial Twitter pribadinya, Rabu (27/10/2021).

"Dilanjut dengan Jumat pagi acara sepeda santai start Mapolsek Semplak – warung Kopi Kali Urang Jogja," imbuh Novel. 

Tak cuma itu, Novel juga mempertanyakan sikap Pimpinan KPK yang menggelar acara tersebut di tengah pandemi Covid-19. Padahal, Pemerintah sedang giat menekan lonjakan pandemi Covid-19. "Etis nggak sih? Ditengah pandemi dan kesulitan mengadakan acara begini?," cetus Novel.

Ia menilai kegiatan rapat kerja di luar kota pada masa pandemi Covid-19 menunjukkan ketidakpekaan pimpinan KPK dalam menggunakan anggaran negara. Terlebih, lanjut dia, di gedung KPK sebenarnya banyak ruangan yang cukup luas untuk mengadakan rapat.

Selain itu, Novel menilai kegiatan ini menunjukkan ketidakpekaan pimpinan KPK dalam menggunakan anggaran negara. Terlebih, di gedung KPK sebenarnya banyak ruangan yang cukup luas untuk mengadakan rapat. "Yang jelas kewajiban saja dilanggar, rasanya larangan apa pun enggak akan dipedulikan. Cuma sikap tidak peka gunakan anggaran negara untuk hal yang tidak penting, apakah akan kita maklumi?" ucap Novel.

Topik
KorupsiKPKNovel Baswedanharga tes pcr

Berita Lainnya

Berita

Terbaru