Keluarga Dikenal Tertutup, Jika Keluar Rumah Balita Korban Kekerasan Sering Ditutup Kain

Oct 27, 2021 15:07
Tampak pelaku kekerasan terhadap balita berinisial N di Kota Batu yang bernama Wahyu (25) berfoto bersama ibu korban berinisial C. (Foto: Istimewa)
Tampak pelaku kekerasan terhadap balita berinisial N di Kota Batu yang bernama Wahyu (25) berfoto bersama ibu korban berinisial C. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Peristiwa kekerasan terhadap balita berinisial N berusia 2,5 tahun di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu saat ini menjadi sorotan nasional.

Bagaimana tidak, perbuatan yang dilakukan oleh pria bernama Wahyu (25), pria yang merupakan suami siri ibu korban sangatlah keji. Yakni pelaku tega menyiramkan air panas ke tubuh balita hingga mengalami luka-luka mulai kepala hingga kaki.

Berdasarkan keterangan tetangga pelaku yang enggan disebutkan namanya, sosok keluarga pelaku memang dikenal tertutup dan tidak sering bersosialisasi dengan masyarakat sekitar di wilayah RT 03/RW 06 Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

"Keluarganya itu memang jarang berkumpul atau bersosialisasi sama orang-orang kampung gitu," ungkapnya kepada JatimTIMES.com, Rabu (27/10/2021).

Kemudian, ketika pelaku bersama ibu korban berinisial C beserta balita berinisial N keluar rumah, kerap kali sosok balita tersebut ditutupi oleh kain yang membuat masyarakat sekitar tidak dapat melihat jelas bagaimana kondisi balita tersebut.

"Kalau mereka keluar-keluar itu, anaknya (balita N) dikerubuti (ditutupi)," ujarnya.

Tidak jarang para tetangga juga kerap kali mendengar tangisan balita tersebut. Ketika warga menanyakan kepada pihak keluarga terkait tangisan balita tersebut, pihak keluarga menyatakan bahwa balita tersebut sedang sakit.

"Tetangga sekitar itu kalau anaknya (balita N) menangis, ada yang tanya ke keluarga, tapi keluarganya cuma jawab, iya anaknya (balita N) memang sakit," bebernya.

Alhasil, masyarakat di sekitar rumah pelaku pun tidak menaruh rasa curiga berlebih. Karena para tetangga juga telah berupaya menanyakan mengapa menangis dan sudah dijawab bahwa N tersebut sedang sakit.

Sementara itu, terkait kondisi keluarga yang lebih cenderung tertutup ini juga diperkuat oleh pernyataan dari Kepala Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu yakni Deny Cahyono.

"Si ibu dari pada korban ini tertutup jarang berinteraksi dengan warga, nggak pernah keluar, mungkin masih baru atau bagaimana, kita nggak tahu lagi ya," terang Deny.

Menurutnya, istri siri Wahyu yang juga merupakan ibu dari korban kekerasan tersebut merasa ketakutan. Namun, ketakutan didasarkan oleh apa, pihaknya pun belum memahami terkait hal itu.

"Anaknya digitukan itu ibunya nggak berani melarang, karena ada ketakutan terhadap Wahyu. Sebetulnya tahu, tapi untuk melarang dia nggak berani, karena takut sama si Wahyu," jelas Deny.

Lebih lanjut, Deny menuturkan Wahyu merupakan seorang pemuda yang bekerja serabutan dan memang masih melajang. Selain itu, dalam pandangan sosial masyarakat Wahyu yang merupakan pelaku kekerasan terhadap balita merupakan orang yang biasa-biasa saja.

"Ya baru kali ini mencuat kasus (kekerasan terhadap balita) seperti ini, sebelumnya (di Desa Beji) nggak pernah," pungkas Deny.

Sementara itu atas perbuatannya, Wahyu telah ditahan di Polres Batu sejak hari Senin (25/10/2021) dengan dijerat Pasal 44 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 atau Pasal 80 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman tiga tahun kurungan penjara.

Sedangkan untuk kondisi N saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu dengan kondisi tubuh semakin membaik dengan didampingi C beserta keluarga ibu korban.

Kemudian hari Selasa (26/10/2021) kemarin Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko sempat menjenguk N yang didampingi ibunya tersebut. Ketika diajak untuk berkomunikasi, ibu korban lebih banyak diam yang kemungkinan masih mengalami shock dan trauma atas kekerasan yang terjadi kepada anak semata wayangnya itu.

Topik
Kekerasan pada AnakKekerasan Anakatlet tuban

Berita Lainnya

Berita

Terbaru