Kades Beji: Pelaku Penganiaya Balita di Batu Sudah Nikah Siri

Oct 27, 2021 13:32
Tampak pelaku kekerasan terhadap balita berinisial N di Kota Batu yang bernama Wahyu (25) berfoto bersama ibu korban berinisial C. (Foto: Istimewa)
Tampak pelaku kekerasan terhadap balita berinisial N di Kota Batu yang bernama Wahyu (25) berfoto bersama ibu korban berinisial C. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Kepala Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu Deny Cahyono menyebut, pelaku kekerasan terhadap balita berinisial N yang bernama Wahyu (25) sudah menjalin pernikahan secara siri dengan ibu korban yang berinisial C (19).

Dengan status pernikahan siri tersebut, pasangan suami istri ini sudah menetap di rumah pribadi milik Wahyu di kawasan Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu sejak beberapa bulan yang lalu.

"Kurang lebih ya perkiraan dua sampai tiga bulan ke belakang (statusnya) nikah siri, lah akan mengurus proses surat nikah ke desa, rencana hari Sabtu besok (30 Oktober 2021) itu nikahnya," ungkap Deny kepada JatimTIMES.com, Rabu (27/10/2021).

Sebelumnya, ibu korban berinisial C ini merupakan seorang janda dengan anak satu ini rencananya akan meresmikan pernikahannya berdasarkan hukum negara pada hari Sabtu, 30 Oktober 2021 dengan seorang pria lajang bernama Wahyu yang merupakan pelaku kekerasan terhadap balita berinisial N.

Namun, pihaknya belum dapat memastikan gelaran untuk meresmikan pernikahan sirinya di mata hukum negara akan tetap dilanjutkan atau tidak. Mengingat peristiwa kekerasan terhadap anak balita N ini membuat trauma C.

"Berhubung ada kendala seperti ini ya mungkin nggak jadi," kata Deny.

Lebih lanjut, selama tiga bulan hidup bersama di rumah pribadi milik Wahyu, sosok ibu korban berinisial C ini tampak tertutup dan tidak terlalu banyak bersosialisasi dengan warga di sekitar kampungnya.

"Dia (perempuan berinisial C) pun masih baru di sini dan dia juga jarang berinteraksi dengan warga, agak tertutup gitu," terang Deny.

Sementara itu, atas perbuatannya Wahyu saat ini telah ditahan di Polres Batu yang dijerat dengan Pasal 44 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 atau Pasal 80 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman tiga tahun kurungan penjara.

Sedangkan untuk kondisi balita N saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu dengan kondisi tubuh semakin membaik dengan didampingi C beserta keluarga ibu korban.

Kemudian hari Selasa (26/10/2021) kemarin Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko sempat menjenguk balita N yang didampingi ibunya tersebut. Ketika diajak untuk berkomunikasi, ibu korban lebih banyak diam yang kemungkinan masih mengalami shock dan trauma atas apa yang terjadi kepada anak semata wayangnya itu.

Topik
pelaku penganiaya balita di batupelaku penganiaya di batuNikah Siri

Berita Lainnya

Berita

Terbaru