38 Petugas Lapas Bojonegoro Latihan Menembak dengan Brimob

Oct 27, 2021 08:03
Para petugas lapas Bojonegoro saat melakukan latihan menembak (26/10/2021) (Foto Lapas Bojonegoro For Jatim TIMES)
Para petugas lapas Bojonegoro saat melakukan latihan menembak (26/10/2021) (Foto Lapas Bojonegoro For Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bojonegoro yang punya resiko beragam dan bersifat insidentil, dilatih kemampuan bela diri dan menggunakan senjata api. Sebanyak 38 petugas Lapas Kelas IIA Bojonegoro ini digembleng untuk bisa mengatasi persoalan yang sewaktu-waktu terjadi di lingkungan Lapas, di Yon Brimob Bojonegoro, Selasa (26/10/2021).

Pada pelatihan menembak ini diawali dengan pengarahan dan praktik singkat oleh Instruktur dari jajaran anggota Yon 3 Brimob Bojonegoro dipimpin Komandan Kompi AKP Aris Widi Haryono

“Siapkan mental, tidak usah ragu dan takut. lakukan teknik yang disampaikan pelatih. Jangan takut kepanasan. Bidik sasaran dengan tenang. Angin dan cuaca sangat mempengaruhi. Usahakan tetap fokus dan serius agar teknik mampu dilakukan dengan disiplin” jelas AKP Aris Widi Haryono kepada petugas lapas. 

Sementara, Kepala Lapas Kelas IIA Bojonegoro, Rony Kurnia yang turut langsung dalam pelatihan menembak mengatakan bahwa, Latihan dimaksudkan untuk mengasah kemampuan dan keterampilan Petugas Lapas. Meskipun sudah dibekali latihan menembak ini, kata kalapas Roni dipastikan jajaran petugas lapas tidak akan sembarangan menggunakan senpi tersebut.

"Karena tujuan latihan ini, untuk membentuk mental petugas agar tenang saat dalam menghadapi situasi genting," ujar Ronny Kurnia.

Lebih lanjut Rony sapaan akrab kalapas Bojonegoro menambahkan dalam situasi genting tentunya strategi menghadapi dan meredam situasi juga dibutuhkan skill petugas lapas bahkan penggunaan peralatan membutuhkan ketenangan mental petugas. 

"Mental petugas juga harus di asah. Sebab senjata yang kita miliki ini, tidak mesti harus ditembakkan, bisa cukup untuk melumpuhkan saja karena ada SOP-nya," imbuh Rony.

Rony menambahkan di dalam Lapas, petugas tidak perlu dipersenjatai secara perorangan. Namun di tempat-tempat strategis seperti di pos itu bisa dipersenjatai. Terlebih untuk penanganan WBP atau napi yang berperilaku anarkis.

"Petugas telah dipersenjatai sesuai prosedur. Kapan harus ditembakkan, tapi senjata yang digunakan adalah untuk melumpuhkan bukan untuk mematikan,” tandas Kalapas Bojonegoro Rony Kurnia.

Topik
yon brimob bojonegoroaris widi haryonorony kurniabusana formal

Berita Lainnya

Berita

Terbaru