Tanggapi Kebijakan Tes PCR di Semua Moda Transportasi, Wali Kota Malang: Jangan Mahal-mahal

Oct 26, 2021 17:38
Wali Kota Malang, Sutiaji. (Foto: Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wali Kota Malang, Sutiaji. (Foto: Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kebijakan pemerintah pusat yang mewajibkan tes PCR Swab sebagai syarat perjalanan warga di tanah air cukup menjadi perbincangan. Setelah sebelumnya untuk moda transportasi udara, kini kebijakan itu akan diberlakukan di semua moda transportasi.

Atas kebijakan tersebut, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan jika pihaknya tetap mengikuti apa yang tengah menjadi aturan dari pemerintah pusat. Namun, atas biaya tes PCR diminta agar tidak terlalu mahal yang membebani warga tanah air.

Sebagaimana pemberitaan di berbagai media massa, biaya tes PCR yang ramai menjadi perbincangan publik yang lebih dari Rp 300 ribu dinilai cukup mahal.

"Memang ini masih banyak perdebatan, kalau di kami, apapun kebijakan pusat ya kita harus ikut. Ada yang kemarin sempat juga kenapa harus PCR, kita pakai antigen aja. Tapi kan kalau kebijakan dari pusat ditetapkan gitu ya mohon dilakukan. Saya  saran dan meminta aja PCR itu jangan mahal, sehingga bisa terjangkau," ujarnya.

Sutiaji menilai, jika biaya tes PCR saat ini yang diturunkan sebesar Rp 300 ribu tidak akan menjadikan kendala kebijakan yang ditetapkan. Pihaknya juga sepakat dengan aturan ini sebagai salah satu upaya penanganan Covid-19.

Bahkan, dengan adanya aturan ini mobilitas masyarakat akan lebih terpantau. Seandainya diketahui ada yang hasil tes PCR-nya positif Covid-19 justru akan memperkuat testing di wilayah Kota Malang.

"Yang saya dengar di angka Rp 300 ribu (biaya tes PCR), saya kira tidak ada kendala. Manfaatnya nanti saya kira akan menguatkan testing kita, saya sepakat saja," jelasnya.

Apalagi, kebijakan ini diberlakukan untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19 di tanah air saat masa libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 mendatang. Harapannya, dengan aturan ini akan meminimalisir mobilitas warga yang bepergian.

"Ini kan kebijakan, kenapa itu dilakukan kemarin pak Jokowi udah nyampaikan kekhawatiran Nataru nanti ada gejolak. Ada sekitar 19,5 juta orang yang berdasar survei itu ingin pulang, ketika nanti pesawat itu wajib PCR, paling tidak nanti akan mengurangi orang yang mau bepergian," pungkasnya.

Sebagai informasi, rencana pemerintah menerapkan PCR tidak hanya untuk transportasi udara, namun seluruh moda transportasi tersebut dilakukan mencegah kenaikan angka kasus Covid-19 terutama jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar harga tes PCR diturunkan disertai tambahan masa berlaku tes PCR sebelum keberangkatan.

Yang mana, harga tes PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300 ribu dan berlaku selama 3x24 jam untuk perjalanan pesawat.

Topik
santri berbisnisBaju adat BaduyKota MalangWali Kota Malang SutiajiBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru