121 Atlet Kota Batu Jalani Tes Pengukuran Persiapan Porprov 2022

Oct 25, 2021 21:44
Salah satu atlet saat melakukan tes pengukuran di GOR Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang, Senin (25/10/2021). (Foto: istimewa)
Salah satu atlet saat melakukan tes pengukuran di GOR Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang, Senin (25/10/2021). (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Sebanyak 121 atlet dari 19 cabang olahraga (cabor)  dan satu tim futsal putri mengikuti tes pengukuran di GOR Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang, Senin (25/10/2021).

Tes ini dilakukan untuk memantapkan kesiapan atlet pemusatan latihan kota (puslatkot) dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur yang akan digelar tahun 2022 mendatang. Tes dilaksanakan bekerja sama dengan FIK Universitas Negeri Malang.

Ketua Umum KONI Kota Batu Mahfud mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan puslatkot KONI Kota Batu. Tes ini merupakan tes tahap kedua. Sebelumnya tes yang sama dilaksanakan pada Juni  2021 lalu di GOR Gajahmada Kota Batu.

“Kami menyelenggarakan kegiatan ini untuk mengukur kemampuan fisik atlet sesuai cabor masing-masing. Kami berharap lewat pendekatan sport science ini, kemampuan atlet semakin meningkat,” ujar Mahfud.

Mahfus memiliki harapan melalui hasil tes pengukuran ini, pelatih bisa menyusun program perbaikan dengan menggunakan pendekatan ilmiah untuk memperbaiki kemampuan atlet, terutama berkaitan dengan fisik.

Terpisah, Koordinator Puslatkot KONI Kota Batu Sentot Ari Wahyudi menambahkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan tes VO2 max yang sudah dilaksanakan KONI Kota Batu beberapa waktu lalu.

“Tes pengukuran fisik ini didasarkan pada kebutuhan atlet masing-masing. Agar baik atlet maupun pelatih bisa mengukur kemampuan dan mengetahui kekurangan masing-masing atlet dan segera bisa memperbaikinya,” ujar Sentot.

Harapannya, setelah tes pengukuran ini, 121 atlet dari 19 cabang olahraga ini bisa mencapai prestasi pada Porprov Jatim  2022 mendatang ini. "Kami memadukan program pelatih puslatkot dengan hasil tes pengukuran. Atlet bisa mengalami degradasi atau promosi karena Porprov Jatim bukan ajang ramai-ramai, tapi ajang untuk berprestasi,” tegas Sentot.

Topik
atlet kota batuGenerasi muda BanyuwangiKONI Kota Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru