Prestasi Atlet Membanggakan, KONI Kabupaten Malang Sebut Anggaran Masih Minim

Oct 25, 2021 19:06
Kabid Humas KONI Kabupaten Malang Cahyono saat meninjau latihan cabor gulat. (Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kabid Humas KONI Kabupaten Malang Cahyono saat meninjau latihan cabor gulat. (Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Raihan medali yang disumbangkan Kabupaten Malang untuk Jawa Timur dalam PON XX Papua lalu menjadi prestasi yang dapat dibanggakan. Totalnya, ada 38 medali yang disumbangkan oleh atlet-atlet Kabupaten Malang.

27 atlet Kabupaten Malang berhasil menyumbang 16 medali emas, 14 medali perak, dan 9 medali perunggu untuk Provinsi Jawa Timur.

KONI Kabupaten Malang meyakinkan, bahwa raihan medali tersebut memang pantas untuk ditambahkan. Hal itu mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki KONI Kabupaten Malang tahun 2021 ini. 

"Anggaran kita kan memang minim. Ada Rp 1,9 Miliar ditambah dari PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) Rp 300 juta, jadi totalnya Rp 2,2 Miliar," ujar Kepala Bidang (Kabid) Humas KONI Kabupaten Malang, Senin (25/10/2021) siang.

Hal itu lah yang menurutnya perlu dianggap sebagai salah satu prestasi yang patut untuk dibanggakan. Sebab, Cahyono juga menilai bahwa dengan keterbatasan tersebut, semua cabang olahraga (cabor) menunjukan prestasi terbaiknya.

Bahkan dari pantauan KONI Kabupaten Malang, juga ada beberapa pelatih cabor yang harus merogoh kocek pribadi untuk melahirkan atlet muda di Kabupaten Malang. 

"Hal seperti itu kan juga patut diapresiasi yang sebenarnya. Dengan keterbatasan itu, nyatanya atlet kita bisa berprestasi kok," imbuh Cahyono.

Untuk itu, kedepannya ia berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bisa memberi perhatian lebih terhadap pembinaan atlet-atlet Kabupaten Malang untuk dapat berprestasi. Salah satunya dengan mengembalikan mekanisme alokasi anggaran.

"Kalau sekarang memang refocusing, namun seharusnya kan bisa ada dana hibah seperti tahun-tahun sebelumnya. Makanya anggaran sekarang minim dan kurang sesuai untuk kebutuhan KONI (Kabupaten Malang)," ujar Cahyono.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun KONI, dana hibah yang dialokasikan untuk KONI Kabupaten Malang diprogramkan dua tahun sekali. Dan dirinya pun berharap, mekanisme tersebut bisa kembali digulirkan.

"Kalau berkaca di tahun sebelumnya, dana hibah itu sekitar Rp 9 Miliar sampai Rp 10 Miliar. Nah anggaran yang digunakan KONI itu anggarannya di Dispora. Informasinya Pak Sekda, anggarannya dua tahun sekali, kemungkinan ya tahun depan," terang Cahyono. 

Menurutnya, KONI Kabupaten Malang juga optimis, jika anggaran tersebut bisa kembali digulirkan, terutama untuk mendukung penjaringan dan pembinaan atlet, maka prestasi yang diraih juga akan semakin meningkat.

"Prestasi kita ada, tapi anggaran memang minim yang didapat masing-masing cabor. Apalagi, jika targetnya pada Porprov mendatang targetnya 3 besar," pungkas Cahyono.

Topik
Anggaran caborKabupaten MalangKONI Kabupaten MalangBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru