Sumbang 1% Angka Meninggal Kecelakaan di Jalan, Speed Trap Bakal Dipasang dI Kota Malang

Oct 25, 2021 18:51
Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto bersama Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Yoppy Anggi Khrisna saat ditemui di Balai Kota Malang, Senin (25/10/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto bersama Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Yoppy Anggi Khrisna saat ditemui di Balai Kota Malang, Senin (25/10/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemasangan speed trap di Kota Malang yang bertujuan agar pengendara mengurangi laju kecepatan dan mencegah terjadinya balap liar masih akan dikaji  di Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ).

FLLAJ  melibatkan berbagai unsur. Mulai jajaran Satlantas Polresta Malang Kota, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub), akademisi dari berbagai kampus di Kota Malang, dan pihak-pihak yang berkompeten di bidang lalu lintas. 

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto mengatakan, ppemasangan speed trap atau alat pembatas kecepatan merupakan salah satu pokok pembahasan  dalam FLLAJ di Ruang Sidang Balai Kota Malang. 

"Speed trap itu (dipasang) terkait beberapa jalan ini digunakan sebagai sarana trek-trekan (balap liar). Dilihat jalannya mulus dan panjang," ungkap perwira polisi yang akrab disapa Buher  itu kepada JatimTIMES.com, Senin (25/10/2021). 

Terlebih lagi, maraknya kegiatan balap liar di beberapa ruas jalan di Kota Malang, di antaranya Jalan Ahmad Yani, Jalan Letjen S Parman, Jalan Ijen, dan Jalan Soekarno-Hatta, dapat memperbesar potensi kecelakaan lalu lintas. 

Perwira dengan dua melati di pundaknya ini menyampaikan, Kota Malang ikut menjadi penyumbang angka kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Jawa Timur. Maka dari itu, pemasangan speed trap juga sebagai langkah pencegahan kecelakaan lalu lintas. 

"Tahun 2021, mulai Januari sampai Agustus itu sekitar 1 persen. Jadi, dari 3.176 yang meninggal (di Jatim), Kota Malang menyumbang 33 korban meninggal dunia sia-sia akibat laka lantas," jelas Buher. 

Untuk titik-titik penempatan speed trap serta alatnya, polresta akan membahas di  FLLAJ. Terkhusus untuk alat speed trap, polresta nantinya akan bekerjasama dengan Dishub Kota Malang. 

Sementara, Kepala Dishub Kota Malang Heru Mulyono mengatakan, terkait rencana pemasangan speed trap di beberapa ruas jalan Kota Malang, pihaknya akan melakukan kajian dan beberapa penghitungan ukuran speed trap. "Kami juga berhitung ketinggian speed trap itu hanya 9 milimeter dengan 20 milimeter dan berapa unit itu nanti akan kita hitung getarannya," ujar Heru. 

Penghitungan getaran kendaraan juga menjadi salah satu pertimbangan utama oleh Dishub Kota Malang terkait pemasangan speed trap. Sebab, getaran yang disebabkan adanya speed trap juga memengaruhi kondisi kendaraan serta bangunan di sekitar speed trap. 

"Mudah-mudahan diterapkan di izin itu bebas truk. Nanti kalau bebas truk, enak karena rata-rata getaran yang tinggi itu dengan beban tonase yang berat," ungkap Heru. 

Untuk pemasangan speed trap, akan dipilih beberapa jalan yang memiliki ruas panjang dan lurus.

Topik
duta bacaFLLAJ Kota MalangPolresta Malang KotaAnggaran perdin dan maminatlet mudaDishub Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru