Anggaran Penanganan Bencana Kabupaten Malang Tetap, Bupati Sanusi Nilai Cukup

Oct 25, 2021 15:59
Bupati Malang HM Sanusi (depan kanan) ditemani Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu Letkol Inf Yusub Dody Sandra (depan kiri) dan Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono (foto: Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi (depan kanan) ditemani Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu Letkol Inf Yusub Dody Sandra (depan kiri) dan Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono (foto: Humas Polres Malang for MalangTIMES)

JATIMTIMES - Anggaran penanganan bencana alam di Kabupaten Malang tak mengalami perubahan. Sama seperti tahun sebelumnya, pendanaannya pun berasal dari dua sumber, yakni Belanja Tidak Terduga (BTT) dan anggaran yang melekat pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Bupati Malang HM. Sanusi menyampaikan, anggaran yang bersumber dari BTT mencapai Rp 5 Miliar. Anggaran itu dinilai cukup untuk mengantisipasi adanya bencana alam di Kabupaten Malang. Hal itu disampaikan saat menghadiri apel kesiapan penanganan bencana di Mapolres Malang.

“Biasanya Rp 5 Miliar dari BTT masih kami bahas juga. Tidak ada penambahan,” ujar Sanusi ketika memimpin apel kesiapan penanganan bencana hidrometeorologi, Senin (25/10/2021).

Ketika melihat para jajaran mulai dari TNI, Polri, Satpol PP hingga relawan, Sanusi merasa bahwa jajaran yang menangani bencana telah siap menjelang akhir tahun ini. Bahkan ia menyebut bahwa secara teori dan praktik, petugas lapangan siap menjalani tugas di lapangan.

“Secara teori, peralatan, tenaga hingga Damkar telah siap. Sinergitas semua jajaran di Kabupaten Malang,” sebut Bupati Malang yang suka mengoleksi burung berkicau itu.

Sanusi pun mengatakan, segala penjuru wilayah Kabupaten Malang berpotensi memiliki kerawanan bencana alam. Sebab, kontur wilayah di Kabupaten Malang juga bervariatif.

“Mulai dari daerah pesisir rawan gempa, itu ada Ngantang dan Kasembon yang rawan longsor. Kalau di Sumbermanjing biasanya banjir,” tutup Sanusi.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan menerangkan, untuk dana penanganan bencana diambil dari 2 sumber pendanaan. Yakni dana yang dimiliki BPBD Kabupaten Malang dan BTT.

“Hal yang berkaitan dengan penganggaran kebutuhan darurat akan selalu ada. Karena penanganan kondisi darurat pada skala tertentu juga ditangani pemerintah pusat maupun provinsi. Ada Rp 1 Miliar di BPBD Kabupaten Malang, kalau dana belanja tak terduga (BTT) ada Rp 5 Miliar,” ujar Bambang.

Akan tetapi, Bambang menerangkan bahwa penanganan bencana bukan hanya soal ketersediaan anggaran. Sebab, banyak hal yang perlu diselesaikan mengenai penanganan bencana itu.

"Namun hal yang berkaitan dengan hidrometeorologi, pengaruh cuaca perlu ada persiapan dengan berbagai organisasi perangkat daerah,” tutup Bambang.

Topik
Penanganan BencanaBencana AlamKabupaten MalangBupati Malang HM SanusiBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru