Minimalisir Risiko dan Kesalahan Kerja Konstruksi, PU Kota Malang dan Unmer Lakukan Ini

Oct 25, 2021 13:06
Suasana saat pembukaan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Kerja Tenaga Kerja Terampil Konstruksi “Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi (K3-Konstruksi) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Suasana saat pembukaan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Kerja Tenaga Kerja Terampil Konstruksi “Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi (K3-Konstruksi) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPK) Kota Malang gencar memberikan edukasi meminimalisir risiko kecelakaan kerja dan kesalahan di bidang jasa konstruksi. Salah satu upaya dengan menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Kerja Tenaga Kerja Terampil Konstruksi “Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi (K3-Konstruksi)”, bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan Kerja Universitas Merdeka (LPK UNMER) Malang.

Ir Diah Ayu Kusuma Dewi MT Kepala DPUPRPKP Kota Malang menjelaskan, jika materi ini merupakan hal yang penting untuk dipahami. Sistem manajemen K3 konstruksi tentunya akan meminimalisir risiko kecelakaan kerja maupun kesalahan dalam bidang jasa konstruksi.

Dengan mengetahui sistem manajemen K3 Konstruksi, tentunya dalam sebuah proyek pekerjaan bisa berjalan dengan baik tanpa adanya insiden yang tidak diinginkan. 

"Kegiatan ini bertujuan untuk membekali kemampuan peserta tentang penerapan sistem manajemen K3 Konstruksi. Diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari berbagai kelurahan di Kota Malang," jelasnya.

Kepala Bidang Cipta Karya Sahabuddin menjelaskan, jika pelatihan tenaga terampil KE Konstruksi ini bekerjasama dengan Unmer dan juga dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). 

Para peserta yang yang nantinya lulus pada uji keterampilan akan mendapatkan Sertifikat Ketrampilan Kerja (SKT) KE Kontruksi yang berlogokan Garuda Emas. 

"Peserta sejumlah 60 orang berasal dari perwakilan masing-masing kelurahan. Kegiatan akan dilakukan 25 Oktober hingga 29 Oktober," jelasnya.

Rektor UNMER Malang Prof Dr Anwar Sanusi SE MSi menambahkan, hal yang senada dengan Kepala DPUPRPKP Kota Malang. Dijelaskannya, jika kompetensi ini merupakan hal yang sangat penting untuk para pelaku jasa konstruksi.

Selain meminimalisir risiko kecelakaan kerja dan kesalahan di bidang jasa konstruksi, hal ini juga berguna untuk meningkatkan kompetensi  untuk modal menghadapi persaingan global. 

"Kita tahu, saat ini banyak tenaga kerja asing yang datang ke Indonesia dengan segudang kompetensi yang mereka miliki. Untuk itulah para peserta diharapkan mampu bersaing dengan mereka dengan kualifikasi yang dimiliki," ujarnya.

Sementara itu, dalam 5 hari, peserta mendapatkan pembelajaran materi yang meliputi pengetahuan jasa konstruksi, standar aturan K3, manajemen hingga terkait administrasi K3. Setelah selesai dan dinyatakan layak, para peserta akan mendapatkan dua sertifikat.

"Dua sertifikat kompetensi dari LPK UNMER Malang dan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Konstruksi sebagai bukti bahwa peserta telah memenuhi kualifikasi di bidang K3 Konstruksi," tambah Ketua LPK Unmer Malang Dr Praptining Sukowati.

Topik
DPUPRPKP Kota MalangUniversitas Merdeka Malangalat sar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru