Unisma Dapat Kepercayaan Kemenkes Lakukan Vaksinasi Lintas Kota dan Kabupaten

Oct 24, 2021 18:25
Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Universitas Islam Malang (Unisma) diberi kepercayaan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk langsung melakukan vaksinasi lintas kota maupun kabupaten. Hal itu diungkapkan Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi.

"Unisma bertekad membantu pemerintah Jatim untuk membentuk herd immunity. Unisma dipercaya menteri kesehatan untuk melakukan vaksinasi lintas kota atau kabupaten. Kita sudah memvaksin sekitar 65 ribu dan yang Pcare integrasi dengan RSI sekitar 55 ribu," ungkapnya.

Vaksinasi  telah dilakukan Unisma secara bertahap di beberapa kota, seperti Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Kediri hingga Pulau Madura. Di kota-kota tersebut, berbagai lokasi, mulai dari sekolah, pondok pesantren (ponpes) hingga kelurahan telah disasar Unisma yang terintegrasi dengan RSI Unisma.

"Unisma bersama RSI Unisma dipercaya pemerintah, Kementerian Kesehatan, ibaratnya jalan tol. Biasanya kan melalui TNI, Polri. Sebagai kampus NU, mudah untuk masuk di Madura. Karena itu, Unisma dipercaya untuk melakukan vaksinasi," ucap Maskuri.

Selain itu, Maskuri menyampaikan, Unisma peduli terhadap sekitarnya. Sebab, hal ini merupakan salah satu bentuk pengabdian Unisma terhadap masyarakat. Hal ini menjadi komitmen Unisma yang terus dipegang teguh.

“Seperti kegiatan vaksinasi di Merjosari, ini bagian dari Unisma Peduli untuk Negeri. Kami prioritaskan tetangga sekitar di sekeliling kampus agar mendapatkan sentuhan,” katanya.

Rektor Unisma juga mengimbau agar seluruh pihak, termasuk masyarakat, turut mendukung program percepatan vaksinasi guna pembentukan herd immunity. Masyarakat yang belum melakukan vaksinasi juga diharapkan untuk segera divaksin. 

"Vaksin ini sebagai salah satu ikhtiar dhohir. Ikhtiar dhohir dan ikhtiar batin harus seimbang. Pemerintah mengajak ikhtiar vaksin ini positif. Ini untuk melindungi sesama kita," jelasnya.

Meskipun begitu, bagi masyarakat yang telah divaksin, Maskuri juga menyampaikan agar masyarakat tidak sombong. Meskipun telah divaksin, masyarakat diharuskan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

"Tidak boleh sombong atau jumawa, mentang-mentang sudah divaksin. Kalau Allah sudah berkehendak, bisa terjadi," pungkasnya.

Topik
unisma malangVaksinasi Covid 19Tempat wisata Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru