Update Terbaru Rencana Pembangunan Kereta Gantung Kota Batu, Akankah Selesai di 2022?

Oct 24, 2021 16:09
Hans Jost Austria’s Cable Car Supplier and Manufacter saat mensosialisasikan kereta gantung di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani sebelum pandemi. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Hans Jost Austria’s Cable Car Supplier and Manufacter saat mensosialisasikan kereta gantung di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani sebelum pandemi. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Megaproyek kereta gantung menjadi salah satu yang banyak dinantikan di sisa jabatan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Meski pembangunan sempat terhambat beberapa kali, proyek tersebut digadang-gadang bakal bisa direalisasikan pada 2022 mendatang.

Keseriusan untuk membangun itu salah satunya ditunjukkan melalui timeline Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KBPU) yang telah disusun. Penyusunan tersebut sudah dalam tahapan penyelesaian dokumen studi kelayakan yang dilakukan oleh perusahaan konsorsium yang dibentuk oleh PT INKA. 

“Kalau studi kelayakan ini sudah selesai giliran penetapan dokumen oleh PJPK (Penanggung Jawab Proyek Kerjasama) yang akan difasilitasi oleh Kementerian Perhubungan,” ungkap Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Karena itu, di sisa penghujung tahun 2021 ini, proses tender KBPU dapat dilakukan. Sehingga pada tahap pembangunan konstruksi bisa dilakukan pada triwulan ke ll tahun 2022 mendatang.

Sedangkan sumber dana megaproyek ini bersumber dari pihak swasta. Sesuai dengan Perpres Nomor 80 tahun 2019 tentang percepatan pemulihan ekonomi di sejumlah wilayah Jawa Timur, proyek pembangunan tetap harus difasilitasi dan didampingi oleh tim percepatan proyek strategis nasional lintas kementerian yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Perekonomian.

Skema pembiayaan pembangunan kereta gantung ini akan menggunakan model kerja sama pemerintah dan badan usaha. Tentunya dengan mengacu pada ketentuan perundangan terkait pelaksanaan kerja sama pemerintah dengan badan usaha dalam penyelenggaraan infrastruktur.

“Jadi pembangunan kereta gantung ini tidak hanya dimiliki oleh pihak swasta sepenuhnya. Namun akan ada skema investasi oleh sektor swasta dan masyarakat untuk pembiayaan KBPU,” imbuh Dewanti.

Keinginan Pemkot Batu bisa mendirikan kereta gantung untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Batu. Dengan membuka lapangan kerja secara kualitas, kualitatif, yang dikelola secara profesional.

Sedang pembangunan kereta gantung ini paling murah diperkirakan berkisar Rp 400 Miliar sampai Rp 1 Triliun lebih. Jumlah tersebut bergantung dengan panjang rute yang akan dibangun nanti.

Topik
Kereta GantungKota BatuWali Kota BatuDewanti Rumpokoberita kota batuBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru