Ratusan Desainer Muda Turut Pamer Karya Epic di Malang Fashion Week 2021

Oct 24, 2021 14:28
Project Director and Founder Malang Fashion Week, Agus Sunandar (dua dari kiri) saat konferensi pers bersama designer muda mahasiswa UM dalam event Malang Fashion Week 2021, Minggu (24/10/2021). (Foto: Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Project Director and Founder Malang Fashion Week, Agus Sunandar (dua dari kiri) saat konferensi pers bersama designer muda mahasiswa UM dalam event Malang Fashion Week 2021, Minggu (24/10/2021). (Foto: Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Perhelatan pekan mode terakbar se-Malang Raya, Malang Fashion Week 2021 masih berlangsung. Acara yang digelar sejak Jumat (22/10/2021) hingga hari ini (Minggu, 24/10/2021) turut memperkenalkan karya busana dari mahasiswa di Kota Malang.

Sebanyak 174 karya mahasiswa dengan Trend busana 2022/2023 dihadirkan dipanggung megah Malang Fashion Week 2021 siang ini. Busana-busana yang dihadirkan ini terinspirasi dari unsur seni dan budaya serta hasil dari sebuah imajinasi dan pemikiran yang menginterpretasi budaya atau culture serta kehidupan yang ada disekitar.

Project Director and Founder Malang Fashion Week, Agus Sunandar, mengatakan, show ini merupakan Grandshow Tata Busana Mahasiswa UM 2021 yang mengusung tema "INCEPTION" dari Trend Forecasting 2022/2023.

"Berarti lahirnya atau sebuah permulaan yang baru dan mengikuti trend forecasting 2021/2022 yang memiliki delapan tema besar. Ada 8 kelompok yang tampil dengan masing-masing tema," ujarnya, saat konferensi pers Malang Fashion Week 2021, di Transmart MX Mall, Minggu (24/10/2021).

Adapun 8 kelompok tersebut masing-masing menampilkan peragaan busana bertema, Excessive, Originee, Hyperbolic, Indigenic, Authentic,  Adventure, Wanderlust, dan Ethnicity.

Berbagai karya mahasiswa ini disajikan dengan tidak menghilangkan unsur budaya serta menghadirkan sebuah inovasi baru yang tercipta dari unsur seni yang terinspirasi dari estetika kehidupan dan unsur-unsur dalam kehidupan yang tidak terbatas.

Salah satu tema yang cukup menarik, yakni Originee. Perwakilan tim, Aqilla Fadila asha menjelaskan dalam busana yang ditampilkan tersebut memiliki karakteristik dan ciri khas berbeda.  

"Jadi kami mengusung konsep minimalis, soft. Mudah dipadupadankan pada fungsi dan kenyamanan," ungkapnya.

Ada juga Hyperbolic, yang mengusung konsep besar eksploitasion. Artinya suka memanfaatkan hal untuk kepentingan sendiri. Dimana, karakter ini ditampilkan dalam bentuk busana.

"Kami hadirkan busana dengan bentuk-bentuk besar, termasuk detail dan motif, kemudian dengan siluet-siluet, aksesoris yang menonjol yang maksimalis," kata perwakilan kelompok Hyperbolic, Agyl ade Anisa.

Selain karya mahasiswa, dalam event penutup yang akan berlangsung malam nanti, sederet fashion dari pasa Guest Designer ternama nasional hingga internasional juga akan pamer karya terepicnya. Diantaranya, Aldré Indrayana By L (Surabaya), Agus Sunandar (Malang), Philip Iswardono (Yogyakarta), Lenny Agustin (Jakarta), serta dua desainer internasional yakni Zaimi Zulkafli dari Malaysia dan Gingersnap dari Prancis.

Di mana sebelumnya, juga telah dihadirkan beberapa Gues Designer lain, yakni Ali Charisma (Bali), Sofie (Jakarta), Alben Ayub Andal (Surabaya), Ivan Gunawan (Jakarta), Alfatir Muhammad (Malang), Dhany Rose (Bogor), Hannie Hananto (Jakarta), Khanaan (Jakarta), Lisa Fitria (Jakarta), Chaeralee (Jakarta), Yeti Topiah (Malang), dan Ichwan Toha (Jakarta).

Selama 3 hari ini total ada 81 desainer professional dan 178 desainer muda yang berasal dari beberapa daerah turut memeriahkan Malang Fashion Week yang keempat kalinya digelar ini.

Di ajang kali ini, Malang Fashion Week 2021 mengusung tema 'Reborn' yang memiliki makna lahir kembali. Perhelatan ini digelar secara hybrid (online dan offline). Masyarakat, dapat juga menyaksikan di kanal YouTube Malang Fashion Week (http://youtube.com/malangfashionweek).

Topik
Malang Fashion WeekEvent busana bergengsiKota MalangDunia fashioncalon rektor uin maliki malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru