Dalam Satu Bulan Terakhir Pasien Covid-19 di RSSA Malang Turun Signifikan

Oct 23, 2021 18:23
Wakil Direktur RSSA Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan dr Syaifullah Asmiragani SpOT(K) saat ditemui pewarta di RSSA Malang, Jumat (22/10/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Wakil Direktur RSSA Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan dr Syaifullah Asmiragani SpOT(K) saat ditemui pewarta di RSSA Malang, Jumat (22/10/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES- Satu bulan terakhir, pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang menurun signifikan. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Direktur RSSA Malang Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan dr Syaifullah Asmiragani SpOT(K) kepada awak media usai melakukan konferensi pers terkait jalinan kerja sama Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu (IPJT) RSSA Malang dengan Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta.

"Dalam satu bulan terakhir terjadi penurunan  signifikan. Kasus yang kami tangani rata-rata dibawah 15, pernah dibawah 10, paling rendah kita merawat sekitar 6 orang, sempat naik kemarin ini sampai 15, tapi turun lagi menjadi 13," ungkap Syaifullah kepada JatimTIMES.com.

Kategori pasien Covid-19 yang dirawat di RSSA Malang memiliki gejala sedang hingga tinggi. Selain itu juga ada beberapa pasien yang mengalami gejala tinggi hingga membutuhkan ventilator dalam penanganannya.

Namun saat ini sebagian kapasitas yang digunakan untuk merawat pasien Covid-19 telah dialih fungsikan untuk pelayanan reguler. "Dengan catatan 94 tempat tidur yang memang saat ini kami siapkan khusus untuk Covid-19 termasuk 40 tempat tidur ICU," kata Syaifullah.

Terkait Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur bagi pasien Covid-19 berdasarkan data per hari Jumat (22/10/2021) kemarin, Syaifullah menyebut bahwa terdapat satu pasien yang dirawat di ICU. "Di UGD Covid itu masih satu pasien, banyak sekali penurunannya sekarang," imbuh Syaifullah.

Maka dari itu, dengan adanya penurunan signifikan terhadap kasus Covid-19 di RSSA Malang, pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat luas agar tidak lengah dan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

"Karena buktinya sampai saat ini masih ada kasus yang ada dirawat meskipun jumlah pasien yang kami rawat sedikit, dan angka kematian lebih rendah, namun demikian kita harus tetap waspada," tegas Syaifullah.

Setidaknya dalam kurun waktu enam bulan sampai satu tahun kedepan, protokol kesehatan harus dijaga ketat. Pasalnya, masih banyak masyarakat khususnya di Malang Raya yang belum mendapatkan vaksin.

"Memang ada herd immunity, vaksinasi saat ini terus berjalan, bahkan tim vaksinasi kami berada di Kota Batu untuk membantu Pemkot Batu menambah capaian (vaksinasi)," pungkas Syaifullah.

Topik
RSSA MalangSyaifullah AsmiraganiPasien Covid 19

Berita Lainnya

Berita

Terbaru