Momentum HSN 2021, PWNU Jatim Terima Rp 450 Juta untuk Pembangunan Menara 17

Oct 23, 2021 13:50
Kondisi perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 yang digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara hybrid, Jumat (22/10/2021) malam. (Foto: Tangkapan layar Youtube Sembilan ID)
Kondisi perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 yang digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara hybrid, Jumat (22/10/2021) malam. (Foto: Tangkapan layar Youtube Sembilan ID)

JATIMTIMES - Pada momentum perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 yang digelar secara hybrid, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 450 juta untuk pembangunan menara 17 PWNU Jatim. Acara pun dihelar secara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).

Ketua Pelaksana HSN 2021 KH Ahmad Fahrur Rozi mengatakan, rencana pembangunan menara 17 PWNU Jatim sudah lama masuk dalam program kerja dan telah masuk dalam tahap ground breaking pada awal Bulan Oktober 2021 lalu. 

Pembangunan menara 17 PWNU Jatim dengan 17 lantai yang terletak di sisi utara Kantor PWNU Jatim ini diperkirakan akan memiliki luas 18.192 meter persegi. Ditarget selesai dalam waktu dua tahun dengan menggunakan kontraktor konstruksi perusahaan milik PWNU Jatim yakni PT Aula Teknik. 

"Sumbangan spontan dari peserta yang hadir untuk pembangunan gedung menara PWNU  terkumpul uang tunai sejumlah 450 juta, termasuk dari Kapolda Jatim senilai 100 juta  yang diarahkan oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Ahmad Yuseb," ungkap Ulama yang akrab disapa Gus Fahrur kepada JatimTIMES.com, Sabtu (23/10/2021). 

Bantuan dana sebesar Rp 450 juta tersebut merupakan sumbangan dari beberapa pihak. Diantaranya Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar Rp 100 juta, Bendahara PWNU Jatim HM Mathorurrozaq Ismail Rp 100 juta, Yayasan Pendidikan Ma'arif Ngelom Sepanjang Sidoarjo Rp 100 juta, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta Rp 100 juta dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak Rp 50 juta.

Ketua Panitia HSN 2021 PWNU Jatim KH Ahmad Fahrur Rozi.

Acara HSN 2021 yang digelar secara hybrid tersebut dihadiri oleh Wakil Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Iskandar, Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Agoes Ali Masyhuri, Ketua PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar, Ketua MUI Jatim KH Mutawakkil Alallah, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, Bupati Jombang Mundjidah Wahab serta jajaran masyayikh dan para pengasuh pondok pesantren. 

Gus Fahrur menyampaikan, pihaknya bersyukur atas gelaran puncak HSN 2021 yang diselenggarakan oleh PWNU Jatim berjalan dengan lancar dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

"Acara ini dilaksanakan dengan prokes dan dilaksanakan secara hybrid, diikuti online oleh 44 cabang PCNU se-Jatim dan beberapa ponpes, juga di relay oleh YouTube aktifis NU," kata Gus Fahrur.

Selain itu, pihaknya juga berterima kasih atas kehadiran para pengasuh pondok pesantren dan cucu dari pendiri NU yang mengikuti perayaan HSN 2021 melalui daring maupun luring. 

"Para cucu pendiri NU dari pesantren Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, Darul Ulum Jombang, Sidogiri Pasuruan, Langitan Tuban dan Dzurriyah Syaikhona Kholil Bangkalan Madura," ujar Gus Fahrur. 

Lebih lanjut, mengenai 37 kegiatan yang diagendakan oleh Panitia HSN 2021 PWNU Jatim, semuanya berjalan sukses. Diantaranya Olimpiade Matematika tingkat SMP dan SMA serta Lomba Shalawat.

Selain itu juga ada hibah pembuatan 1000 kandang ternak kambing beserta isinya di seluruh kabupaten/kota se jawa timur bekerjasama dengan Lazisnu. "Pameran teknologi pertanian dan pangan, demonstrasi mesin pembajak sawah otomatis tanpa awak memakai remote control karya santri NU," tutur Gus Fahrur. 

Ketua PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar.

Sementara itu, Ketua PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar dalam pidatonya mengatakan, bahwa sesuai pernyataan KH Hasyim Asyari, NU merupakan organisasi yang penuh berkah. Maka pihaknya mengajak seluruh santri dan warga NU agar terus berkhidmat kepada NU. 

"Insya Allah meskipun harus mengeluarkan keringat, tenaga, pikiran bahkan dana, berkah yang diberikan Allah lewat berkhidmat itu jauh lebih besar dari pada apa yang kita keluarkan," ujar KH Marzuqi. 

Selain itu, KH Marzuqi juga mengimbau kepada seluruh warga Nahdliyyin agar memerhatikan tempat pendidikan atau pondok pesantren untuk anaknya kelak. Pasalnya, warga Nahdliyyin harus memilih tempat pendidikan atau pondok pesantren yang NU. 

"Insya Allah dengan terus mendidik anak, menyekolahkan anak, mengajikan anak, mondokkan anak di pondok-pondok NU, ada Tambak beras, ada Sidogiri, ada Denanyar, ada Tebuireng, ada Darul Ulum, ada Al Amin Kiai Anwar, ada Sunan Pejagung, ada Sarang dan seterusnya, asal kita pilih pondok-pondok itu, aman aqidahnya, benar agamanya, dan aman wawasan kebangsaannya," pungkas KH Marzuqi.

Topik
hari santri nasionalPWNU JatimJalur Lintas Timurdinsos pamekasanKH Marzuki Mustamarberita malang hari iniBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru