Viral Atlet Asal Kota Malang yang belum Terima Uang Saku saat Berangkat PON XX Papua, KONI Kota Malang: Semua sudah Clear

Oct 22, 2021 19:59
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang Eddy Wahyono saat ditemui awak media di Kantor KONI Kota Malang, Jumat (22/10/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang Eddy Wahyono saat ditemui awak media di Kantor KONI Kota Malang, Jumat (22/10/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES- Salah satu atlet cabang olahraga (cabor) basket asal Kota Malang bernama Daizzatus sempat viral atas cuitan di akun twitter-nya yang mengeluhkan belum cairnya uang saku untuk berangkat bertanding di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua hingga dirinya meraih medali emas dan kembali ke Kota Malang. 

Dalam cuitan pertama di akun twitter Daizzatus yakni @aiscuu pada hari Rabu (20/10/2021) malam sekitar pukul 23.35 WIB, ia menuliskan "Uang saku dijanjiin dari sebelum berangkat masi belum cair juga Bonusnya sekalian lah pak, alhamdulillah emas lo @PemkotMalang @samsutiaji," tulis Daizzatus sambil menunjukkan medali emas PON XX Papua. 

Salah satu cuitan di akun twitter Daizzatus.

Cuitan itu pun mendapat respons banyak pihak. Kemudian sehari setelahnya, tepatnya pada hari Kamis (21/10/2021) sekitar pukul 22.24 WIB, Daizzatus kembali menuliskan sebuah cuitan untuk meminta doa kepada banyak pihak agar pejabat terkait dapat mendengarkan keluhannya.

"Gak nyangka juga jadi serame ini Minta doanya aja ya semoga bapak ibu yang di atas bisa segera turun tangan dan mau sedikit saja menengok ke atlet"nya ini @PemkotMalang @samsutiaji," tulis Daizzatus. 

Salah satu cuitan di akun twitter Daizzatus.

Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, untuk tambahan uang saku transportasi bagi para atlet yang berangkat bertanding ke PON XX Papua, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan jajaran KONI Kota Malang

"Saya sudah komunikasikan ke KONI (Kota Malang), uang (tambahan) transportasi sudah diselesaikan melalui transfer semua atau cashless," ungkap Sutiaji kepada JatimTIMES.com saat ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (22/10/2021). 

Nantinya setelah tambahan uang saku transportasi telah diberikan, sembilan atlet yang telah berhasil membawa 14 medali dari ajang PON XX Papua juga akan mendapatkan hadiah hiburan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. "Untuk atlet yang meraih medali emas mendapat Rp 5 juta, medali perak Rp 4 juta dan perunggu Rp 3 juta," terang Sutiaji. 

Untuk waktu penyerahannya pun direncanakan akan digelar pada momentum Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2021. Namun, rupanya penyerahan hadiah hiburan tersebut akan dipercepat menjadi hari Senin (25/10/2021). 

Hal itu bertujuan agar para atlet dapat segera merasakan hadiah tambahan dari Pemkot Malang, di mana hadiah hiburan tersebut diluar dari bonus yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim). 

Sementara itu, menanggapi viralnya cuitan Daizzatus atlet basket asal Kota Malang, Ketua KONI Kota Malang Eddy Wahyono mengatakan terkait masalah penyerahan tambahan uang saku transportasi dengan besaran Rp 2,5 juta sudah diberikan secara cashless atau melalui transfer ke rekening masing-masing atlet. 

"Semua (penyerahan tambahan uang saku transportasi) sudah clear, sudah ditransfer semua," ujar Eddy. 

Pihaknya pun menjelaskan terkait keterlambatan pemberian tambahan uang saku transportasi dari Pemkot Malang disebabkan dari penyerahan nomor rekening yang membutuhkan proses. Pasalnya, untuk para atlet yang terjadwal berangkat menuju PON XX Papua di awal penyelenggaraan sudah menerima tambahan uang saku transportasi tersebut. 

"Mungkin waktu itu ada yang nggak sempat menyampaikan nomor rekeningnya, jadi tertunda. Awal itu yang berangkat sudah, ada yang berangkat akhir sudah, yang belum mungkin karena belum setor rekening," jelas Eddy.

Menurutnya, tambahan uang saku transportasi dari Pemkot Malang yang disalurkan melalui KONI Kota Malang tersebut hanya sebagai tambahan. Karena untuk uang transportasi utama sudah ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. 

"Tanpa (tambahan uang saku dari Pemkot Malang) sebenarnya juga nggak masalah, kecuali tanpa itu mereka nggak bisa berangkat, itu baru masalah. Karena semua memang sudah di atasi oleh Provinsi (Jatim)," tutur Eddy. 

Kemudian terkait keluhan atau protes pemberian uang bonus bagi para atlet atas raihan medali emas, perak maupun perunggu dari Pemkot Malang yang tidak kunjung diberikan, Eddy menyebut bahwa protes tersebut salah alamat. 

Pasalnya, semua uang bonus bagi para atlet asal Kota Malang yang membela Jawa Timur di ajang PON XX Papua semua merupakan tanggungjawab dari Pemprov Jatim. Pemberian hadiah hiburan dari Pemkot Malang sifatnya hanya tambahan sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet. "Tanya ke kita itu salah alamat, semua kewenangan provinsi (Jatim), tapi semua sudah selesai," terang Eddy. 

Lebih lanjut, setelah dilakukan koordinasi dengan jajaran terkait, disepakati untuk penyerahan hadiah hiburan tersebut akan diserahkan pada hari Senin (25/10/2021) di Balai Kota Malang. "Besarannya insya Allah akan kita tambah," pungkas Eddy.

Topik
bonus atletpersiapan pon papuabupati ra latifSutiajiEddy WahyonoKONI KOTA MALANG

Berita Lainnya

Berita

Terbaru