Kapolsek Blimbing, AKP Budi Setiyono SIK MH saat rilis di Mapolsek Blimbing, Senin (7/12/2015) sore. (Foto: ferry/malangtimes)
Kapolsek Blimbing, AKP Budi Setiyono SIK MH saat rilis di Mapolsek Blimbing, Senin (7/12/2015) sore. (Foto: ferry/malangtimes)

MALANGTIMES - Entah apa pilihan kata yang sesuai untuk menggambarkan kehidupan dari perempuan berinisial WW alias Rika. Di usia yang tidak lagi muda, 43 tahun, WW menghidupi ketiga anaknya dengan 'menjual diri' secara online. 

Baca Juga : Hari ke 2 Proses Pencarian Pendaki Hilang karena Kesurupan, Puluhan Personel Dikerahkan

Suami WW, yang diketahui berprofesi sebagai tukang ojek, mengetahui apa yang dilakukan istrinya. "Alasan melakukan ini (menjual diri) untuk menghidupi keluarganya," ujar‎ AKP Budi Setiyono  SIK MH, Kapolsek Blimbing kepada awak media, Senin (7/12/2015).‎

WW berhasil ditangkap jajaran Polsek Blimbing di rumahnya, daerah Jalan Simpang Panji Suroso, Kota Malang, usai menawarkan jasa 'anak buahnya' kepada polisi yang menyamar sebagai pelanggan. 

Memang, selain menawarkan dirinya, WW juga menjadi mucikari. Dia memfasilitasi penyediaan jasa layanan 'esek-esek' kepada pelanggan yang berminat, melalui telepon atau sms. Harga atas jasa layanan esek-esek berkisar antara Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu.  

Baca Juga : HMI Kisip Brawijaya Salurkan Bantuan APD dan Handsanitizer ke RS Saiful Anwar

Ibu rumah tangga ini menjalani profesi sebagai mucikari sejak tahun 2012. Berdasar pengakuannya langsung, WW pernah ditangkap oleh Polres Sidoarjo dengan kasus yang sama, pada tahun 2012. Sedangkan suaminya, pernah ditangkap pada kasus sama oleh Polda Jatim pada tahun 2008.‎

Kini, WW alias Rika ditahan di Mapolsek Blimbing untuk pendalaman kasus lebih lanjut. (*)