Melihat Makna di Balik Pujian Prabowo ke Presiden Jokowi

Oct 22, 2021 10:54
Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Foto: Katadata)
Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Foto: Katadata)

JATIMTIMES - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kembali melontarkan pujian terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pujian itu disampaikan Prabowo saat melakukan kunjungan kerja di Toraja, Sulawesi Selatan, Selasa (19/10/2021). 

Dalam kunker tersebut, Prabowo sempat memberikan kuliah umum serta pembekalan terhadap para mahasiswa di Universitas Kristen Indonesia. 

"Ini saya sampaikan bener-bener apresiasi pada Presiden Jokowi. Dulu dalam pertandingan saya give up,sekarang saya bagian dari Jokowi. Buktinya keputusan beliau ini banyak cepat saya akui. Bukan molor," ujar Prabowo.

Prabowo juga membandingkan masa pemerintahan Jokowi dengan Soekarno. Menurutnya anggaran untuk industri pertahanan paling besar dirasakan setelah masa pemerintahan Presiden pertama Indonesia.

"Beliau yang ngasih anggaran pertahanan terbesar mungkin setelah Bung Karno," kata Prabowo. 

Pujian Prabowo terhadap Jokowi itu pun langsung mencuri perhatian dari berbagai kalangan. Partai Gerindra bahkan memberikan penjelasan soal Prabowo yang memuji kebijakan Jokowi.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan, saat awal Prabowo menjabat sebagai Menhan, Prabowo dipanggil oleh Jokowi dan keduanya membahas konsep pertahanan dan saling tukar pikiran. Hasilnya diimplementasikan oleh Prabowo.

"Nah di situ kemudian konsep pertahanan itu adalah sharing antara ide Pak Jokowi, yang kemudian ditambah oleh Pak Prabowo dan diimplementasikan di lapangan," kata Dasco.

Menurut Dasco, pujian yang disampaikan Prabowo itu bukan hal yang mengada-ada, karena apa yang diimplementasikan oleh Prabowo sebagai Menhan adalah hasil kolaborasi ide Prabowo dengan Jokowi.

"Kita lihat hasilnya sekarang itu dengan kolaborasi dan ide-ide cemerlang yang kemudian diimplementasikan di lapangan," ujar Dasco.

Ia menilai bahwa hasil kolaborasi ide Prabowo dan Jokowi itu telah berhasil membawa nama Indonesia menjadi kekuatan militer terkuat di ASEAN.

Sementara, pujian Prabowo terhadap Jokowi itu juga semakin menambah keyakinan Jokpro 2024. Sekretaris Jenderal Jokpro 2024 Timothy Ivan Triyono menilai kalimat pujian yang disampaikan Prabowo untuk Jokowi merupakan sisi terang dari gagasan memasangkan keduanya pada Pilpres 2024 mendatang.

"Saat Pak Prabowo memuji kinerja Pak Jokowi itu sudah menggambarkan keduanya merupakan pasangan ideal untuk menjadi pemimpin Indonesia di 2024 mendatang," ujar Timothy.

"Hal ini memperkuat keyakinan kami, bahwa gagasan yang diperjuangkan oleh Jokpro 2024 akan segera terwujud. Kami percaya ini memang sudah jalannya," tegas Timothy.

Di sisi lain, PDIP juga memaknai pujian Prabowo terhadap Jokowi. Elite PDIP Hendrawan Supratikno memaknai pujian Prabowo kepada Jokowi itu sebagai bentuk penghargaan kepada Nawacita.

"Apa yang diputuskan Jokowi sebenarnya sudah ada dalam Nawacita jilid I dan II. Nawacita itu disusun dengan pelibatan narasumber dan masukan tokoh-tokoh nasional yang intensif," kata Hendrawan.

Ini berarti Prabowo Subianto sangat menghargai dokumen tersebut. Hendrawan meyakini PDIP ikut senang karena Prabowo telah menjalankan program pertahanan yang dicanangkan Jokowi. 

"Kita tentu gembira menyaksikan narasi besar di bidang pertahanan dapat dijalankan oleh Kemenhan," imbuh Hendrawan. 

Sedangkan, pakar politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menilai pujian itu pertanda bahwa Prabowo dan Jokowi sudah klop. Sehingga wajar jika publik mengaitkan dengan pencapresan 2024.

"Ini kode keras kalau keduanya sudah klop. Tentunya publik selalu mengaitkan dengan pencapresan 2024. Penilaian macam ini sah saja meski yang paling mengemuka ini pujian seorang menteri ke presiden," kata Adi.

Selain itu, pujian Prabowo tersebut adalah bentuk kekaguman terhadap Jokowi. Sebab, segala hal yang diidekan Prabowo selalu didukung oleh Jokowi.

Di sisi lain, Adi mengatakan Prabowo juga menunjukkan totalitasnya sebagai Menteri Pertahanan serta menghapus adanya perbedaan pasca-Pilpres 2019 karena keduanya kini ada di jalan yang sama.

"Kedua, Prabowo menegaskan kepada publik totalitasnya sebagai Menhan, sehingga tak ada lagi dugaan potensi matahari kembar karena Prabowo pernah jadi rival Jokowi. Keduanya kini bahu-membahu bekerja sama. Kesan ini sangat kuat bahwa Jokowi dan Prabowo memiliki tarikan napas yang seirama," tandas Adi.

Topik
Prabowo SubiantoPresiden Jokowipencipta logo hsn 2021

Berita Lainnya

Berita

Terbaru