Disdikbud Kota Malang Edukasi Masyarakat Perihal Pelestarian dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya

Oct 21, 2021 19:28
Seminar Pelestarian dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya, Kamis (21/10/2021) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Seminar Pelestarian dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya, Kamis (21/10/2021) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang terus mengedukasi masyarakat perihal pelestarian kawasan Cagar Budaya. Hal itu dilakukan melalui Seminar Pelestarian dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya, Kamis (21/10/2021). 

Kepala Bidang Kebudayaan, Dr Dian Kuntari S STP MSi menjelaskan,  edukasi terhadap masyarakat terkait pelestarian Cagar Budaya merupakan hal yang penting. Dengan edukasi itu, masyarakat kemudian bisa turut andil dalam upaya melestarikan Cagar Budaya yang ada di sekitarnya. 

"Masyarakat jadi tahu, seperti apa melestarikan kawasan cagar budaya, bagaimana pemanfaatannya, karena di Kota Malang ini banyak benda cagar budaya, banyak bangunan, banyak struktur. Tapi yang kita seminarkan tadi lebih fokus pada kawasan cagar budaya," terang Dian Kuntari.

1

Lebih lanjut dijelaskan, dalam seminar menghadirkan tiga pemateri berkompeten, yakni Dr Ir Erlina laksminani wahyutami Mt dari akademisi, Dr Retno Purwanti MHum dari Balai Arkeolog Sumatera, dan Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jawa Timur 

"Semua harus ada kajiannya, baik Teknis, Akademis maupun administrasi. Yang ditangani kan bukan bangunan biasa, tapi bangunan yang usianya ratusan tahun, sehingga harus ada kajian dan treatment yang berbeda," jelas Dian Kuntari.

Sementara itu, salah satu narasumber  Dr IR Erlina Laksmiani W menjelaskan perihal pengecatan untuk bangunan cagar budaya. Pengecatan terhadap bangunan cagar budaya tentunya berbeda dengan bangunan biasa. Selain usianya yang tua, material bangunnya pun cenderung banyak mengandung kapur, sehingga permukaan dinding rentan rusak dan lembab.

"Karena alasan inilah diperlukan produk cat yang tidak hanya berfungsi untuk mempercantik tapi juga untuk melindungi bangunan tersebut. Namanya Decor Silicate Paint," terang Erlina.

Untuk mengatasi tembok yang lembab dan berjamur, dapat menggunakan larutan cuka dan air dengan perbandingan 1:1 untuk jumlah dinding yang jumlah jamur yang banyak dan 5 : 1 untuk jumlah dinding yang jamurnya tak terlalu banyak.

Larutan cuka berfungsi untuk membuat jamur yang menempel pada dinding menghilang. Caranya dengan menyemprotkan cairan cuka tersebut kerah dinding dan biarkan mengelupas. 

Setelah itu kerok seluruh permukaan dinding dengan menggunakan kapi. Selanjutnya amplas permukaan dinding dengan menggunakan amplas yang kasar secara merata. Setelah itu gunakan semen putih untuk menambal bagian yang berlubang. 

"Penggunaan semen putih ini karena memiliki sifat cepat kering,"ungkap Erlina.

Proses selanjutnya adalah, melakukan pengamplasan dinding dengan menggunakan amplas halus. Belum berhenti situ, kemudian proses dilanjutkan dengan pengecatan menggunakan cat Aquaproof tanpa menambahkan air. Setelah kering, kemudian lapisi cat dengan lapisan kedua agar hasilnya optimal.

"Penggunaan cat Aquaproof 1 Kg untuk melapisi bidang luas 1 meter persegi dengan dua kali pelapisan. Memang cukup mahal, makanya ada beberapa cara, salah satunya mencari Corporate Social Responbility (CSR)," pungkas Erlina.

 

Topik
Disdikbud Kota Malangdian kuntariCagar Budaya

Berita Lainnya

Berita

Terbaru