Bocah 3 Tahun Menangis di Teras, di Dapur Ayahnya Gantung Diri

Oct 21, 2021 18:52
Petugas yang tengah mengevakuasi jasad korban. (Ist)
Petugas yang tengah mengevakuasi jasad korban. (Ist)

JATIMTIMES - Berawal dari menegur anak yang menangis, pria bernama Hadi Prasetyo, warga Jl Kol Sugiono, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mendapati hal yang membuatnya takut. Ia mendapati seorang pria yang diketahui bernama Djunaedi (26) meninggal dunia dalam kondisi gantung diri.

Kapolsek Kedungkandang Kompol Yusuf Suryadi mengatakan,  melalui laporan yang dikirimnya, korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia dengan cara gantung diri. 

Korban pertama kditemukan olah saksi Hadi Prasetyo  yang saat itu tak sengaja melewati rumah korban sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, Hadi mendapati anak korban yang berusia sekitar 3 tahun menangis di depan teras rumah. Hadi kemudian bertanya kepada anak korban penyebab ia menangis. 

"Lalu anak korban menunjuk ke dalam rumah yang saat itu dalam keadaan pintu terkunci, Saksi memanggil-manggil nama korban namun tidak ada jawaban," ungkapnya.

2

Karena tidak terdapat jawaban dari korban  Hadi kemudian masuk ke rumah. Dia mengecek kamar tidur, namun dalam keadaan kosong. Setelah itu, Hadi menuju dapur rumah dan melihat korban sudah dalam keadaan menggantung dengan tali melilit di leher.

"Merasa ketakutan, selanjutnya saksi 1 mengajak saksi 2 (Yuki Purnomo) untuk memastikan kondisi korban. Selanjutnya saksi 1 melaporkan kejadian itu kepada jetua RW 05 dan diteruskan kepada bhabinkamtibmas," terangnya.

Mendapatkan laporan itu,  petugas kemudian merapat ke lokasi untuk melihat kondisi korban. Petugas melakukan olah TKP dan meminta keterangan para saksi. 

Hasil olah TKP dan dikuatkan keterangan saksi serta pemeriksaan pada tubuh korban, tidak diketemukan adanya indikasi kekerasan. "Informasi yang didapat, selama ini rumah tangga korban terdapat permasalahan. Namun setelah menderita stroke, korban sudah tidak bekerja lagi dan yang sehari-hari mencari nafkah adalah istri korban," ucap kapolsek.

Sementara itu, pasca-kejadian itu, keluarga korban bersikap  menerima peristiwa tersebut. Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan yang disaksikan ketua RT dan ketua RW untuk tidak dilakukan otopsi terhadap korban.

Topik
kasus gantung diriKoperasi Nelayanpolsek kedungkandangBerita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru