Tenggelam Tahun 1936 di Lamongan, Kapal van der Wijck Berhasil Ditemukan?

Oct 21, 2021 14:40
Kapal van der Wijck (Foto: ZAMANe.id)
Kapal van der Wijck (Foto: ZAMANe.id)

JATIMTIMES - Eksplorasi Kapal van der Wijck rupanya sudah berakhir. Arkeolog meyakini bahwa bangkai kapal yang ada di perairan Lamongan itu adalah Kapal van der Wijck yang tenggelam pada tahun 1936 silam. 

Keyakinan tersebut berdasarkan berbagai bukti dan cerita tutur yang ada di masyarakat.

"Secara pribadi saya meyakini 75 persen dari berbagai bukti yang ada, bahwa kapal yang kita eksplorasi ini adalah Kapal van der Wijck," ujar Wicaksono saat presentasi hasil eksplorasi pada Kamis (21/10/2021).

Dengan eksplorasi yang dilakukan, pihaknya juga mendokumentasikan bangkai kapal berupa foto maupun video. Foto dan video tersebut menunjukkan bagian belakang kapal, cerobong, tiang pancang dan tangga kapal.

Bahkan tim juga melihat penampakan muatan-muatan yang masih ada di dalam bangkai kapal.

"Yang paling kentara adalah penampakan tangga kapal," jelas Wicaksono. 

Meski begitu, proses identifikasi Kapal van der Wijck ini masih akan terus dilakukan. Ke depan, tim ekplorasi ini akan bekerja sama dengan semua pihak, termasuk dengan jajaran TNI AL.

Hal itu dilakukan agar hasil temuan semakin mendapatkan gambaran.

"Target eksplorasi yang baru selesai ini adalah untuk mendokumentasikan atau untuk mendapatkan gambaran awal terhadap dugaan bangkai Kapal van der Wijck dan ke depan akan kami lakukan lagi seperti apa," tambah Wicaksono. 

Staf Potensi Maritim Armada 2 TNI AL Letkol Laut (t) Bagus Arianto, yang juga hadir dalam pemaparan hasil eksplorasi tersebut mengungkapkan, pihaknya mendukung penuh eksplorasi Kapal van der Wijck. 

Bagus juga mengatakan bahwa Panglima Armada 2 juga mendukung eksplorasi ini dan bersedia untuk terlibat, karena gaungnya tidak hanya di Indonesia saja tapi juga di dunia.

"Kapal van der Wijck ini tidak hanya menjadi ikon Lamongan dan Indonesia, tapi juga ikon dunia," kata Bagus. 

Hadir pula dalam pemaparan eksplorasi tersebut yakni Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Yuhronur menyebut, ke depan pihaknya akan berkomunikasi dengan semua pihak untuk menindaklanjuti hasil eksplorasi, yang sudah mulai menampakkan titik terang. 

Selain itu juga akan berkomunikasi dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi berkaitan dengan hal ini.

"Ini adalah titik awal, ke depan kita akan terus berkomunikasi apa yang akan kami lakukan terhadap kapal Titanic Indonesia ini," kata Yuhronur.

Seperti diketahui, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan bekerja sama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, eksplorasi Kapal van der Wijck yang itu tenggelam di perairan Lamongan pada 1936.

Kapal van der Wijck adalah kapal uap milik Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM). Kapal itu dibuat oleh Maatschappij Fijenoord, Rotterdam pada tahun 1921. 

Namanya diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang berkuasa dari tahun 1893 hingga 1899, yakni bernama Carel Herman Aart van Der Wijck. Kala itu, Carel Herman Aart van Der Wijck adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang melayani kawasan perairan di Hindia Belanda.

Topik
bangkai kapalKapal TenggelamasimilasiKabupaten LamonganBerita Jatimberita viral

Berita Lainnya

Berita

Terbaru