Data KPAI Diduga Bocor dan Dijual di Situs Jual Beli Data Ilegal

Oct 21, 2021 12:20
Ilustrasi (Foto: Law-Justice)
Ilustrasi (Foto: Law-Justice)

JATIMTIMES - Database milik Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) diduga bocor. Bahkan data-data tersebut telah dijual di situs jual beli data ilegal online yang biasa didapat dari hasil peretasan dan kebocoran yakni RaidForums.

Database itu diunggah pada 13 Oktober 2021 pukul 23.07 WIB dengan nama Leaked Database KPAI (kpai.go.id) oleh akun C77. Kabar kebocoran data tersebut lantas viral di media sosial, Twitter.

Diduga data yang diretas dari KPAI dan dijual di forum ini adalah identitas pribadi dari orang yang pernah melakukan pengaduan ke KPAI. Akun C77 yang membocorkan data KPAI itu menyebut selain data KPAI ternyata ada juga data yang bocor dari sejumlah situs pemerintah.

"Dan masih banyak lagi database pemerintah indonesia lainnya, 80 persen keamanan website di Indonesia sangat lemah terutama go.id," jelas akun yang membocorkan data tersebut pada threat yang ada di RaidForums.

Atas lemahnya pengamanan data situs pemerintah, seorang pengguna lain lalu berkomentar membuat data di situs pemerintah Indonesia terbuka untuk umum.

"Mantap, data Indonesia emang open source," sindir akun sbjnk420.

Saat ditelusuri, data yang muncul yakni nama, nomor KTP, kewarganegaraan, nomor telepon, nomor handphone, agama, pekerjaan, pendidikan, alamat, email, tempat tanggal lahir, jenis kelamin sampai kota tempat tinggal. Data-data itu adalah data diri yang sangat rentan untuk dieksploitasi secara daring. 

Seperti penipuan online yang kerap terjadi belakangan. Sebelumnya, sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia juga diduga bocor dan dijual di situs RaidForums.

Sebagian data yang bocor adalah milik BPJS Kesehatan. Selain data BPJS Kesehatan, sejumlah data penduduk Indonesia juga pernah bocor dan di jual RaidForums. 

Pada Mei 2020 lalu, sebanyak 91 juta data pengguna Tokopedia bocor dan dijual di situs itu oleh akun bernama Whysodank. Data itu juga telah diretas pada Maret 2020.

Data yang dijual seperti ID, email, nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor handphone, dan password yang masih ter-hash atau tersandi. Semua dijual dengan harga US$5 ribu atau sekitar Rp 74 juta.

Ada pula 13 juta data pengguna Bukalapak juga di jual di situs itu dengan harga US$5 ribu. Selanjutnya data 2,3 juta data pemilih dalam pemilu tahun 2014; 230 ribu data pasien Covid 19, hingga 1,2 juta data pengguna Bhineka.

Untuk diketahui, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) sendiri juga telah melakukan pemblokiran terhadap situs RaidForum pada Mei 2021 lalu.

Topik
data kpaiKebocoran Datakpaidatabase pemerintahantemuan kerugian negaraberita viral

Berita Lainnya

Berita

Terbaru