Penanaman Modal Dalam Negeri di Kota Malang Turun 25% di Triwulan Kedua 2021, Pandemi Covid Pemicunya

Oct 20, 2021 16:48
Ilustrasi grafik investasi menurun. (Grafis: Yudhistira/JatimTimes)
Ilustrasi grafik investasi menurun. (Grafis: Yudhistira/JatimTimes)

JATIMTIMES - Pandemi covid-19 memicu penurunan drastis penanaman modal dalam negeri (PDMN) di Kota Malang. PMDN triwulan kedua  tahun 2021 mengalami penurunan sekitar 25 persen lebih dibandingkan triwulan kedua 2020.

Penurunan PMDN terlihat dalam data  program National Single Window for Investment (NSWI) yang dikelola  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI.

Setidaknya dalam data NSWI, pada triwulan kedua, yakni sejak  April sampaiJuni 2020, realisasi investasi PMDN di Kota Malang mencapai Rp 40.032.400.000. Sedangkan di triwulan kedua tahun 2021 realisasi investasi PMDN di Kota Malang sebesar Rp 29.716.200.000.

201021_penanaman-modal-turun-25persen.psda2854a00e48fd106.png

Realisasi investasi Rp 40.032.400.000 tersebut merupakan rekapitulasi dari 73 proyek di delapan bidang investasi yang berbeda. Mulai dari transportasi, gudang dan telekomunikasi sebanyak 5 proyek; industri makanan 3 proyek; jasa lainnya 6 proyek; perdagangan dan reparasi 41 proyek; konstruksi 1 proyek; hotel dan restoran 13 proyek; industri tekstil 2 proyek; serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran 2 proyek.

Sedangkan nilai realisasi investasi Rp 29.716.200.000 merupakan rekapitulasi 148 proyek di triwulan kedua tahun 2021 dari 12 bidang investasi yang berbeda-beda. Mulai dari transportasi, gudang dan telekomunikasi sebanyak 1 proyek; perdagangan dan reparasi 75 proyek; hotel dan restoran 27 proyek; industri makanan 6 proyek; perumahan, kawasan industri dan perkantoran 6 proyek; industri tekstil 2 proyek; industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optim dan jam 3 proyek; industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain 1 proyek; konstruksi 6 proyek; jasa lainnya 15 proyek; industri kertas dan percetakan 2 proyek; serta industri lainnya 4 proyek.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang Erik Setyo Santoso melalui Kepala Bidang Pengendalian Pengaduan, Data dan Informasi Disnaker-PMPTSP Kota Malang Dandung Djulharjanto mengatakan, selain karena pandemi covid-19, penurunan sekitar 25 persen lebih disebabkan kurangnya pemahaman pelaku usaha dalam membuat laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) online.

"Kemungkinan pelaku usaha ini kurang paham bagaimana tata cara menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal yang sekarang dilakukan secara online," ungkap Dandung kepada JatimTIMES.com, Rabu 20/10/2021.

Terlebih lagi kewajiban pelaku usaha untuk membuat LKPM secara online juga sudah diatur dalam Peraturan BKPM RI Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pedoman dan Tata Cara Pengawasan Berbasis Risiko. "Khusunya di Pasal 29 Ayat 4 disebutkan bahwa pelaku usaha berkewajiban untuk menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal setiap tiga bulan sekali," ujar Dandung.

Jika pelaku usaha membuat LKPM secara online, itu akan membantu Disnaker-PMPTSP Kota Malang dan BKPM RI mengetahui realisasi investasi tiap tiga bulan sekali. Selain itu, kalau para pelaku usaha tidak membuat LKPM online, mereka akan mendapatkan surat peringatan dari BKPM RI.

Lebih lanjut, dengan kondisi pandemi covid-19 di Kota Malang yang saat ini mulai membaik dan berlangsung menurun, Disnaker-PMPTSP berharap agar realisasi investasi pada PMDN dapat kembali meningkat mulai akhir tahun 2021 ini.

"Kami berharap menurunnya akibat pandemi ini akan berbanding terbalik dengan kegiatan penanaman modal dan investasi yang akan meningkat  tahun 2021 sampai  tahun-tahun berikutnya," pungkas Dandung.

Topik
investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)Pemkot MalangDisnaker PMPTSP Kota MalangBerita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru