Kota Malang Banjir Lagi, Legislatif Dorong Pemkot Tuntaskan PR Pembenahan Titik Banjir

Oct 20, 2021 08:56
Salah satu lokasi banjir di Kota Malang. (Foto: Istimewa).
Salah satu lokasi banjir di Kota Malang. (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Hujan lebat yang mengguyur Kota Malang selama kurang lebih dua jam setengah sejak pukul 13.30 WIB, Selasa (19/10/2021) kemarin, menyebabkan puluhan kawasan terjadi banjir. Setidaknya, sebanyak 25 titik lokasi mengalami banjir yang cukup tinggi. Kejadian ini kembali menjadi sorotan, sebab persoalan banjir di Kota Malang tak kunjung tuntas.

Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman mengatakan, terjadinya banjir yang terus berulang ini setidaknya untuk segera disikapi. Adapun PR-PR dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk membenahi titik lokasi banjir diharapkan segera terselesaikan.

"Tolong PR-nya menyelesaikan tentang banjir itu. Saya sudah sempat sampaikan kepada Kepala DPUPRPKP Kota Malang, kalau butuh regulasi dan pengawasan ayo kerja bareng dengan DPRD. Kalau anggaran kurang kita siap menambah jika konsep penyelesaiannya jelas," ujar Fuad, Rabu (20/10/2021).

Sebagai informasi, Kota Malang di 2021 ini tengah memprioritaskan penuntasan pembenahan di 10 titik lokasi banjir. Diantaranya, Jl Danau Kerinci, Jl Mayjen Sungkono Gang VI, Jl Kiyai Malik Dalam, Jl Pekalongan Dalam, wilayah Kelurahan Bareng, Jl Peltu Sujono (kawasan Pasar Besi Comboran), kawasan Pasar Gadang, Jl Arkodion dan Jl Taman Siswa.

Titik-titik yang telah terpetakan ini, menurut Fuad, masih kurang maksimal. Di samping pembenahan, edukasi mengenai sampah dan pengawasan didorong untuk bisa diperkuat. Sebab, selama ini, persoalan banjir di Kota Malang disebabkan oleh tumpukan sampah yang menutup saluran drainase. Termasuk, program Gerakan Angkut Sampah dan Sedimen (GASS) yang dicanangkan Pemkot Malang sejak 2019 silam untuk dioptimalkan.

"Masalah banjir ini kan sampah. Memang harus mengedukasi ke masyarakat lebih giat lagi. Edukasi tentang pembuangan sampah. Dulu pak wali punya GASS segera diaktivasi lagi, jangan hanya sekedar pencitraan," kata Fuad.

Lebih jauh, persoalan pendirian bangunan sekiranya juga turut menjadi perhatian Pemkot Malang. Terlebih, banyak bangunan yang menutup saluran air sehingga ketika hujan dengan intensitas tinggi menjadikan air meluap.

"Kami mendorong kepada dinas terkait untuk melakukan penindakan terhadap pendirian bangunan yang melanggar. Lebih tegas melakukan tindakan bagi pendiri bangunan yang menyempitkan sungai dan menyebabkan banjir itu," pungkas politisi PKS tersebut.

Untuk diketahui, sebanyak 25 titik terjadi Banjir Malang kemarin. Diantaranya daerah Kelurahan Tulusrejo, depan Kelurahan Purwantoro, Jl Borobudur, Jl Danau Toba Raya, Jl Danau Sentani Raya, Jl IR Rais Gang 2, Jl Cengger Ayam, Jl Galunggung, Jl Teluk Grajakan, di depan Kantor Kelurahan Blimbing dan titik-titik lainnya.

Topik
banjir kota malangDPRD Kota Malangwhatsapp tanpa internet

Berita Lainnya

Berita

Terbaru