Akibat Angin Kencang, Kakek 81 Tahun Tertimpa Material Bangunan

Oct 19, 2021 19:39
Kondisi rumah Sukadi yang rusak akibat hembusan angin kencang (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Kondisi rumah Sukadi yang rusak akibat hembusan angin kencang (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Nahas betul dialami seorang kakek tua di Dusun Jebok, Desa Keradenan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sukadi (81). Kepalanya luka akibat tertimpa material bangunan setelah rumahnya diterjang angin puting beliung. 

Salah satu anak dari Sukadi, Sumina mengatakan bahwa sejak pukul 14.30 WIB Senin (18/10/2021) kemarin angin besar telah terasa di wilayahnya. Karena takut, warga pun tidak berani untuk keluar rumah.

“Akhirnya ya jam 15.00 WIB kurang lebih itu rumah sebelah bapak ini kan dibangun. Nah itu langsung ambruk materialnya dan mengenai rumah bapak,” kata Sumina dikonfirmasi, Selasa (19/10/2021).

Di rumah tersebut menurut keterangan Sumina, Sukadi tinggal sendirian. Waktu rumah sebelah itu ambruk, Sukadi pun sedang beraktivitas seperti biasa di rumahnya.

“Nah pas ambruk itu bapak teriak-teriak minta tolong gitu. Akhirnya tetangga di depan rumah itu menolong, membukakan pintu tapi terkunci akhirnya didobrak,” ungkap Sumina.

Bukan hanya Sukadi yang tertimpa material bangunan, tapi anak perempuan Sumina yang juga ikut menolong kakeknya tertimpa material sisa angin puting beliung. Beruntung, tidak ada luka serius pada anaknya.

“Iya anak saya kena tapi tidak apa-apa. Dan kemarin bapak langsung dibawa ke Puskesmas Pakis dan saat ini kembali ke rumah. Tekanan darahnya habis ketimpa itu langsung tinggi 170. Sekarang ya tidur lemas itu,” kata Sumina.

Kondisi Sukadi yang tertidur setelah mendapat perawatan (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Trantib Kecamatan Pakis, Nurul Kusaini membenarkan kejadian tersebut. Memang sejak pukul 14.00 WIB kemarin daerah Kecamatan Pakis angin berembus cukup kencang. “Tapi tidak hujan. Kemarin itu habis giat vaksin dikabari langsung ke TKP,” ucap Nurul.

Atas bencana puting beliung itu Nurul menaksir total kerugian mencapai Rp 60 juta. Sebab, bangunan tersebut baru saja dibuat.

“Iya kemarin saya taksir sekitar Rp 60 juta. Jadi kok bisa ambruk rumahnya itu karena dibangun masih berupa letter U. Itu mau dibuat lantai dua. Nah pas angin menerjang bangunan lantai dua itu ambruk ke kanan dan ke kiri,” terang Nurul.

Saat ini kondisi rumah Sukadi pun masih terdapat puing-puing sisa material. Rencananya pada Minggu (24/10/2021) diadakan kerja bakti bersama untuk membersihkan rumah kakek 81 tahun tersebut.

“Sementara kami masih kasih terpal saja dari BPBD Kabupaten Malang (untuk menutup rumah yang ambrol itu),” tutup Nurul.

Topik
Puting BeliungBPBD Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru