Kenalkan Produk Lokal Lebih Luas, Diskominfo Kota Malang Fasilitasi Promosi UMKM di Medsos

Oct 19, 2021 16:56
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang, M Nur Widianto. (Arifina Cahyanti Firdausi).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang, M Nur Widianto. (Arifina Cahyanti Firdausi).

JATIMTIMES - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk terus memperkenalkan produk sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lebih meluas terus dioptimalkan. Dalam hal ini, dengan memberikan promosi di platform sosial media Pemkot Malang.

Hal itu dijelaskan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang, M Nur Widianto. Langkah ini juga bagian dari salah satu upaya pemulihan perekonomian di tengah masa pandemi Covid-19, yang cukup berdampak bagi sektor UMKM.

 

Sistem promosi produk tersebut dilakukan setiap satu pekan sekali untuk beberapa UMKM di Kota Malang yang ditampilkan dalam instagram @pemkotmalang.

"Setiap minggunya, secara bergantian kita mengambil UMKM di Kota Malang untuk kita tayangkan. Biasanya tiga sampai empat produk UMKM," terang pria yang akrab disapa Wiwid ini.

Di samping itu, konsep pemasaran digitalisasi memang terus digenjot untuk mengenalkan produk lokal lebih meluas. Yakni, dengan berbagai platform e-commers, salah satunya melalui platform JATIM BEJO.

Dimana, keterlibatan UMKM Kota Malang untuk memasarkan produk berbasis digital dinilai cukup tinggi. Artinya, hal ini menjadi nilai lebih untuk terus meningkatkan keterlibatan dari para UMKM agar memaksimalkan program tersebut.

"Hal ini menjadi entry point tersendiri, para pelaku usaha sudah familiar dalam memanfaatkan teknologi termasuk marketing. Ini terus kita kuatkan," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pelaku UMKM Kota Malang, Indra Juwono mengungkapkan, dengan adanya promosi dari Pemkot Malang cukup membantu branding produk yang dihadirkan.

Dirinya yang telah menggeluti bidang kuliner Yamois sejak 2014 berupa berbagai produk olahan ikan ini juga merasakan dampak yang cukup signifikan dalam penjualannya.

"Sangat membantu, bahkan dalam branding produk. Penjualan juga naik 20 persen lebih tinggi," ungkapnya.

Beberapa produk UMKM yang dihasilkan, diantaranya siomay, tahu tuna, bandeng tanpa duri dan otak-otak bandeng. Di masa pandemi Covid-19 ini Indra mengaku tetap berusaha survive menjalankan bisnisnya.

Produk-produknya banyak menjadi suplai tempat-tempat makan di Kota Malang. "Kami suplai ke warung-warung. Kalau sebelum pandemi juga sempat ke restoran dan catering," terangnya.

Topik
UMKMpenutupan cafeUMKM Kota MalangKota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru