Ponpes Irsyatul Mubtadiin Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Bertepatan dengan Haul ke-3

Oct 18, 2021 19:21
Prosesi pemulangan santri di Ponpes Irsyatul Mubtadiin (foto: MalangTIMES)
Prosesi pemulangan santri di Ponpes Irsyatul Mubtadiin (foto: MalangTIMES)

JATIMTIMES - Pondok Pesantren (Ponpes) Irsyatul Mubtadiin, Singosari, Kabupaten Malang merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW yang juga bertepatan dengan haul ke-3 di tahun 2021.

Pengasuh Ponpes Irsyatul Mubtadiin KH Akhmad Su'udi Al Faruq mengatakan bahwa perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini dapat menjadi relaksasi bagi semua masyarakat. Sebab pada pandemi covid-19, masyarakat dituntut untuk dapat bertahan hidup.

“Momen perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi sebuah panutan lahir batin untuk memperingati. Jadilah orang yang pernah tahu hidup sengasara, yang akhir nya bibit bobot dan bebet nya menjadi mantap,” ujar KH Akhmad Su'udi Al Faruq.

KH Akhmad Su'udi pun mencontohkan orang sukses itu seperti Nabi Muhammad SAW yang dapat memberi contoh dan menjadi manusia yang uswatun khasanah mulai dari pitutur nya.

Sementara itu, KH Akhmad Su'udi mengungkapkan bahwa momen ini juga digunakan pihaknya memulangkan santrinya. Sebab, sebelumnya pihaknya juga telah menaati peraturan pemerintah dalam hal kedatangan dan kepulangan santri.

“Dan alasan para santri ini dipulangkan karena mereka sudah bersinergi dengan pemerintah dan 5 bulan sudah di pondok waktunya mereka ketemu orang tua masing-masing,” terang KH Akhmad Su'udi.

Menurut KH Akhmad Su'udi, santri yang ada di Ponpes Irsyatul Mubtadiin telah dibekali ilmu. Meski belum sempurna, tapi pihaknya berharap ada bekal yang bisa dibawa untuk bertemu orang tuanya.

“Orang itu ada ukurannya dalam proses belajar mengajar. Visi misi hanya mampu memperbaiki akhlak. Kalau jodoh anak pangkat anak sudah ada sendiri yang mengatur,” ungkap KH Akhmad.

Santri saat berjabat tangan dengan para guru (foto: MalangTIMES)

Dijelaskan KH Akhmad Su'udi, saat ini Pondok Irsyatul Mubtadiin sedang dalam proses pembangunan. Disitu, asrama dan masjid mulai dibangun untuk lebih baik.

“Setelah dibangun nantinya santri akan di tempatkan sendiri-sendiri, tidak jadi satu karena untuk sementara ini santri ada 300an dan yang mondok sekitar 100 santri,” terang KH Akhmad Su'udi.

Sementara itu, salah satu wali santri yang berasal dari Pasuruan, Hj Nisfu Laila mengatakan bahwa Ponpes Irsyatul Mubtadiin sangat unik dan berbeda dengan pondok lain. 
Di ponpes ini, menurut Laila santri hingga di ajari cara bekerja dan membantu orang tua. “Contohnya bertani sampai ke sawah juga praktek nya untuk cocok tanam. Kalau olahraga nya ada sepak bola juga silat dan albanjari,” ungkap Nisfu.

Topik
akhmad su'udi alfaruqMaulid Nabi Muhammad SAWNabi Muhammad SAWi nengah suteja

Berita Lainnya

Berita

Terbaru