Ogah Terpuruk saat Pandemi, Kiprah 9 Pemuda yang Pilih Bergelut di Dunia Musik

Oct 18, 2021 18:20
Grup band Mlolo saat tampil.(Foto: Istimewa).
Grup band Mlolo saat tampil.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Tidak ingin terpuruk di dalam masa pandemi Covid-19, sejumlah pemuda asal Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang mencoba berkiprah di bidang musik. Totalnya ada 9 orang. 4 orang sebagai personel dan sisanya sebagai tim.

Kesembilan pemuda ini ialah Yogi, Sifyanul Faizun, Satria Febrianto, Nanda Aisma, Radefta, Miftakhul Ulum,  Anam, Anisa Putri dan May Amelia. Mereka membentuk grup band bernama Mlolo. 

Menariknya, semua personel ini memiliki latar belakang profesi yang berbeda-beda. Mulai dari pelajar hingga mereka yang sudah bekerja. Seperti kuli, mahasiswa, pekerja lepas bahkan ada beberapa yang masih duduk di bangku sekolah menengah. 

"Semua personel dari Mlolo Musik ini adalah pemuda-pemudi dari daerah Wagir sendiri," paparnya," ujar salah satu personel, Yogi.

Pembentukan nama band Mlolo tersebut, diambil karena latar belakangnya yang berbeda-beda. Yang menurutnya, biasanya cenderung memiliki pandangan hal yang berbeda saat berkumpul. 

Grup band Mlolo saat tampil.(Foto: Istimewa).

"Kami mengambil nama Mlolo karena kami berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda sehingga terkadang ketika kita sedang berkumpul ataupun membahas sesuatu seringkali beda pandangan juga," terang Yogi.

Mlolo sendiri bisa diartikan sebagai kurangnya konsentrasi atau kefokusan terhadap sesuatu yang dikerjakan. Namun ada juga yang serius berpikir jika suatu nama mempunyai arti, makna bahkan doa.

"Aliran musik kami lebih ke musik ambyar an zaman sekarang dan juga pop. Yang pasti dangdut akustik," imbuh Yogi.

Untuk saat ini, Mlolo memiliki jadwal rutin untuk tampil di dua tempat. Yakni di Pendopo Kembangkopi dan di Kedai Alas Pakis Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir. 

"Setiap Hari Jum'at sore di Pendopo Kembangkopi dan setiap Hari Sabtu dan Minggu di Kedai Alas Pakis Desa Sumbersuko Wagir," terang Yogi.

Sementara itu, Manager Pendopo Kembangkopi,  Agus Sugiarto menuturkan, pihaknya memberikan apresiasi terhadap eksistensi grup Band Mlolo. Pria yang akrab disapa Sugi ini juga mendorong agar muda-mudi masa kini bisa memiliki kemandirian. 

"Kami dari Pendopo Kembangkopi mendorong kemandirian anak-anak muda dalam ekonomi kreatif juga. Jadi saya sering ngobrol tentang industri seni dan terutama  industri kreatif dalam seni dan pengembangan sikap percaya diri," terang Sugi. 

Topik
Kabupaten Malangmusik indiewisata pemandangan arak arakBand IndieBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru