Gus Fahrur: PWNU Jatim Usulkan Pemilihan Ketum PBNU Gunakan Sistem AHWA

Oct 17, 2021 20:11
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Ahmad Fahrur Rozi. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Ahmad Fahrur Rozi. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Jelang perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 yang digelar di Lampung 23-25 Desember 2021 mendatang, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur (Jatim) KH Ahmad Fahrur Rozi akan mengusulkan perubahan sistem pemilihan Ketua Umum PBNU dengan menggunakan AHWA (Ahlul Halli Wal Aqdi) atau formateur. 

Hal itu disampaikan KH Ahmad Fahrur Rozi atau yang akrab disapa Gus Fahrur di kediamannya yang berada di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. 

"Sebetulnya (PWNU) Jawa Timur sudah mengusulkan ketua untuk dipilih oleh AHWA atau formateur," ungkap Gus Fahrur kepada JatimTIMES.com. 

Pihaknya beralasan, dengan digunakannya sistem AHWA dalam pemilihan Ketua Umum PBNU akan menghindarkan dari perbuatan tukar menukar suara antara pemilik suara serta proses pemilihan Ketua Umum PBNU lebih bermartabat. 

Karena saat ini untuk proses pemilihan Ketua Umum PBNU pada setiap periodenya menggunakan sistem voting dengan menggunakan hak suara dari masing-masing Pengurus Cabang (PC) maupun Pengurus Wilayah (PW). 

"Pemilihan ketua masing-masing PW dan PC memiliki satu suara, (untuk Jawa Timur) jumlah cabang ditambah PW ya 45 suara, PW (mempunyai) satu suara," terang Gus Fahrur. 

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan untuk saat ini sistem pemilihan dengan menggunakan metode AHWA hanya diterapkan pada pemilihan Rais Aam PBNU. 

Di mana, implementasi dari penerapan sistem pemilihan menggunakan sistem AHWA yakni menunjuk sembilan Kiai sepuh dari seluruh Indonesia yang bertugas menjadi formateur untuk menentukan sosok Rais Aam PBNU. 

"Formateur ini lah yang disebut Ahwa, akan menunjuk Rais Aam. Sedangkan untuk pemilihan ketua masih menerapkan voting," ujar Gue Fahrur. 

Sementara itu, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan poin-poin usulan yang akan diajukan pada Muktamar NU ke-34. Salah satunya yang menjadi fokus PWNU Jatim yakni dengan menggunakan sistem pemilihan AHWA untuk memilih sosok Ketua Umun PBNU. 

"AHWA untuk ketua juga, tapi itu belum tentu diterima. Tapi kita akan meminta kedepan semua tingkatan, jadi nanti pemilihannya hanya memilih formateur. Kalau sudah formateur sembilan orang dia lah yang berembug memilih ketua, itu yang akan diusulkan oleh PWNU Jawa Timur," pungkas Gus Fahrur.

Topik
Muktamar NUPWNU Jatimkomunitas suguh wanara

Berita Lainnya

Berita

Terbaru