Muncul 2 Nama Kiai, Gus Miftah: Ketum PBNU Harusnya Dicalonkan Bukan Mencalonkan

Oct 16, 2021 19:17
KH Miftah Maulana Habiburrahmah atau yang akrab disapa Gus Miftah saat berada di Mapolresta Malang Kota, Sabtu (16/10/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
KH Miftah Maulana Habiburrahmah atau yang akrab disapa Gus Miftah saat berada di Mapolresta Malang Kota, Sabtu (16/10/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Jelang Muktamar NU ke-34 di Lampung tanggal 23-25 Desember 2021 mendatang, hingga saat ini terdapat dua nama kiai yang muncul ke permukaan sebagai bakal kandidat Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yakni KH Said Aqil Siradj dan KH Yahya Cholil Staquf. 

Kedua sosok kiai tersebut saat ini merupakan jajaran pengurus di PBNU. KH Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum PBNU dua periode sejak 2010-2021 dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Katib Aam PBNU. 

Dalam perkembangannya, KH Said Aqil Siradj hingga saat ini belum melakukan deklarasi atas maunya dirinya sebagai Calon Ketua Umun PBNU. Namun, Kiai Said sudah melakukan silaturrahmi ke beberapa pondok pesantren (ponpes) di wilayah Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara dan bertemu kiai-kiai sepuh. 

Dalam silaturrahminya tersebut, Kiai Said juga banyak menampung saran, dukungan serta doa restu dari para kiai sepuh agar Kiai Said maju kembali sebagai Calon Ketua Umum PBNU. 

Sedangkan KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya sudah menyatakan kesiapannya sejak September 2021 lalu. Kesiapan untuk maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU itu pun dibuktikan dengan safari Gus Yahya ke jajaran PWNU di beberapa wilayah. 

Diantaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Lampung, Bengkulu, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku dan Maluku Utara. 

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji Sleman KH Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah mengatakan, sosok Calon Ketua Umum PBNU seharusnya dicalonkan bukan mencalonkan. 

"Makanya ada istilah di dan me. Dicalonkan dan mencalonkan. Maka pemimpin NU tidak ada yang me (mencalonkan) tapi di (dicalonkan)," ungkap Gus Miftah kepada JatimTIMES.com, Sabtu (16/10/2021). 

Menurutnya, untuk dua sosok kiai yang saat ini namanya muncul ke permukaan sebagai bakal kandidat Calon Ketua Umum PBNU yakni Kiai Said dan Gus Yahya, dirinya menilai keduanya adalah sosok kiai yang baik. Dan siapapun yang terpilih, akan didukung oleh Gus Miftah. 

"Tentunya siapa pun yang dicalonkan adalah tokoh terbaik, karena yang milih ketua umum PBNU pada hakikatnya bukanlah muktamirin, tapi langsung pilihan Allah Subhanahuwata'ala," terang Gus Miftah.

Sosok ulama yang telah menuntun Deddy Corbuzier untuk bersyahadat yang akhirnya memeluk agama Islam ini menyampaikan, pihaknya memiliki gambaran PBNU kedepan jika dirinya bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha memimpin PBNU. 

"Oh saya mempunyai gambaran NU kedepan akan besar kalau Ketua Umum nya saya, Rais Aam nya Gus Baha," pungkas Gus Miftah sambil tertawa lepas.

Topik
toilet disabilitasGus MiftahMuktamar NU

Berita Lainnya

Berita

Terbaru