Wakili Jatim dalam Ajang Catur di PON Papua, Mahasiswa UIN Malang Raih Medali Perunggu

Oct 15, 2021 19:54
Mahasiswa UIN Maliki Malang, Catur Adi Sagita (20) yang menjadi atlet catur mewakili Jatim dalam Pon Papua (Ist)
Mahasiswa UIN Maliki Malang, Catur Adi Sagita (20) yang menjadi atlet catur mewakili Jatim dalam Pon Papua (Ist)

JATIMTIMES - Tampil di Pon Papua XX 2021 sebagai kontingen atlet Catur Jawa Timur, mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Catur Adi Sagita (20), membawa kabar menggembirakan. 

Meski tak meraih tempat pada posisi pertama, namun mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen dan timnya berhasil menempati posisi ketiga dan sukses membawa medali perunggu.

"Iya mas, dapat juara ke 3, bawa medali perunggu. Sementara itu juara satu dan dua, ada Jawa Barat dan DKI,"  terangnya, Jumat (15/10/2021).

Lebih lanjut dijelaskan, selama pertandingan di PON Papua XX 2021, diakuinya tidak terdapat suatu kendala yang berarti. 9 lawan dari 9 provinsi saling berkompetisi satu dengan yang lainnya. Namun, Dewi Fortuna masih belum berpihak kepada kontingen Jawa Timur yang turun dalam kelas pura kategori beregu kilat.

"Jadi sistemnya bertemu semua 10 provinsi, jadi mainnya 9 kali," tutur mahasiswa yang lahir 21 Desember 2001.

1

Dari pertandingan-pertandingan yang telah dijalani, menurutnya banyak yang harus dievaluasi. Akan tetapi, dengan capaian yang telah diraih, dirinya berkomitmen untuk adanya peningkatan kedepannya. Pihaknya menjelaskan akan berlatih lebih keras lagi untuk mencapai hasil yang maksimal pada pertandingan atau event selanjutnya.

"Mudah-mudahan kedepannya bisa mendapat emas," tutup anak ke 4 dari 4 bersaudara ini. 

Seperti diketahui sebelumnya, ihwal dirinya bisa sampai mewakili Jatim dalam PON XX 2021 di Papua, berawal dari dirinya yang lolos seleksi dan menyingkirkan  peserta seleksi perwakilan dari berbagai kota di Jawa Timur. Saat itu, terdapat 30 lebih peserta dengan tiga tahapan seleksi.
Kemudian hingga tahap akhir, diambil delapan peserta, dan akhirnya diambil tiga peserta, dimana salah satunya adalah Catur Adi.

Catur sendiri, terjun ke dunia catur sejak masih SD. Saat itu ia belajar secara otodidak dan juga mendapatkan pelatihan dari sang kakek. Pertandingannya adalah pada 02SN tingkat Kabupaten. Saat itu ia mendapat peringkat 2.

Waktu berjalan, latihan demi latihan hingga mengikuti klub catur telah dijalani Catur. Dari situ, ia kemudian merambah pada kejuaraan tingkat nasional. Pada 2010, ia kemudian mengikuti kejuaraan di Palembang. Dari situ ia kemudian mengikuti kejuaraan internasional, yakni Asean School Chess Championship di Vietnam.

Kemudian, pada 2013, ia mengikuti seleksi nasional. Hingga kemudian ia harus hijrah ke Jakarta untuk mengikuti pelatnas. Setahun lamanya, di Jakarta, ia kemudian harus mengikuti home schooling agar tak ketinggalan pelajaran.

Ajang perlombaan terus ia ikuti. Catur sempat menjadi perwakilan dari Kabupaten Pacitan untuk mengikuti Porseni yang digelar di Gresik. Saat itu, ia kembali mendapatkan juara 1 bersama rekannya.

Tak berhenti di sini, selama Pelatnas, Catur kemudian dikirim ke Yunani 2013 dan Dubai 2014 serta China 2017. Saat itu, ia mengikuti kejuaraan pelajar. Ia di situ mendapatkan peringkat ke tujuh.  Saat SMP, kepercayaan jatuh kepadanya. Ia kembali dipercaya untuk mengikuti kejuaraan nasional di Makassar. Di sana, ia kembali menjadi juara 1. Belum cukup itu, pada 2018, ia juga kembali meraih juara di Filipina dan pada 2020 ia meraih juara di Malaysia.

Topik
ajang pon xxMahasiswa UIN MalangUIN MalangUIN Maliki Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru