Jelang Muktamar ke-34, PWNU Jatim Dukung KH Yahya Cholil Staquf sebagai Calon Ketua Umum PBNU

Oct 12, 2021 20:05
Ketua Umum PWNU Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar bersama masyayikh saat memberikan keterangan pers di Kantor PWNU Jawa Timur, Selasa (12/10/2021). (Foto: Istimewa)
Ketua Umum PWNU Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar bersama masyayikh saat memberikan keterangan pers di Kantor PWNU Jawa Timur, Selasa (12/10/2021). (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Jelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-34 pada 23 Desember 2021 mendatang di Lampung, PWNU Jawa Timur (Jatim) telah memutuskan dukungan KH Miftachul Akhyar sebagai Calon Rais Aam PBNU dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Calon Ketua Umum PBNU. 

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar, di mana keputusan tersebut merupakan hasil rapat tertutup yang digelar di Kantor PWNU Jatim, Selasa (12/10/2021). 

Dalam rapat tertutup tersebut dihadiri oleh Rais Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Manshur, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Anwar Iskandar, Sekretaris PWNU Jatim Prof Akhmad Muzakki, dan Katib Syuriyah PWNU Jatim KH Syafrudin Syarif.

"Calon Rais Aam yang didukung oleh PWNU Jawa Timur secara resmi kelembagaan itu KH Miftachul Akhyar. Kemudian calon Ketua Umum yang akan didukung oleh PWNU Jawa Timur yang didawuhkan KH Anwar Manshur adalah Gus Yahya bin Cholil Staquf," ungkap Marzuqi di depan awak media. 

Selain itu, keputusan tersebut juga diperkuat dengan dikeluarkannya Surat Keputusan PWNU Jawa Timur tentang Usulan Kepemimpinan PBNU 2021-2026. 

Di mana dalam surat keputusan tersebut terdapat tiga poin usulan dari PWNU Jatim yang merupakan hasil arahan dari masyayikh dan aspirasi pengurus cabang NU se-Jawa Timur tentang kepemimpinan PBNU. 

1. Untuk kebutuhan organisasi ke depan, PWNU Jawa Timur meyakini perlunya dilakukan proses perubahan strategis dalam bentuk regenerasi pada tataran kepemimpinan manajerial dan pelaksanaan tugas organisasi (Tanfidziyah) di tubuh PBNU. 

2. Untuk kepentingan itu, NU Jawa Timur mengambil keputusan dalam bentuk pengusulan KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf masing-masing sebagai Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode 2021-2026. 

3. PWNU Jawa Timur mengamankan kepada Pengurus NU di Cabang untuk mengamankan keputusan seperti dimaksud pada poin 1 dan 2 diatas. 

Marzuqi menyebut, langkah-langkah dan keputusan tersebut merupakan pola-pola yang sudah biasa dilakukan oleh NU untuk memecahkan sebuah permasalahan. Pihaknya mengibaratkan, jajaran pengurus di PWNU Jatim mulai dari Ketua, Sekretaris Umum, hingga Bendahara Umum merupakan santri di sebuah pondok pesantren yang bertugas untuk mengurus pondok pesantren. 

"Sehingga karena keputusan rais, keputusan pengasuh pondok, maka tidak ada kata lain, sami'an watho'atan," ujar Marzuqi. 

Nantinya jajaran pengurus di PWNU Jatim akan segera mungkin melakukan koordinasi dengan jajaran pengurus di tingkat cabang terkait keputusan dukungan dari PWNU Jatim ini. 

"Insya Allah Jawa Timur tidak sulit melakukan sosialisasi itu. Itu yang perlu kami sampaikan," kata Marzuqi. 

Pihaknya pun berharap agar gelaran Muktamar NU ke-34 yang dilangsungkan di Lampung pada 23 Desember 2021 dapat berlangsung dengan lancar, aman dan tidak terdapat penundaan karena Covid-19. 

Sebelumnya, ketika dikonfirmasi atas hasil survei Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) yang menempatkan KH Marzuqi Mustamar di posisi pertama sebagai kandidat Calon Ketua Umum PBNU, dirinya tegas menyatakan hanya akan patuh terhadap perintah ulama. 

"Pokoknya saya harus manut ulama," pungkas Marzuqi.

Topik
Muktamar NUKetua PWNU Jatimkerang simping
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru