Tanah Diserobot, Warga Bululawang Laporkan 10 Orang ke Polisi

Oct 12, 2021 18:52
Basuki didampingi kuasa hukumnya, Didik Lestariono.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES)
Basuki didampingi kuasa hukumnya, Didik Lestariono.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES)

JATIMTIMES- Kesabaran Basuki, 54 warga Desa Pringu, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang untuk menyelesaikan penyerobotan tanah miliknya secara baik-baik sudah habis. Basuki akhirnya menempuh jalur hukum dengan sejumlah orang yang diduga menyerobot sebagian lahan miliknya. Lahan yang dipermasalahkan tersebut terletak di Desa Codo, Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. 

Basuki mengaku bahwa tanah seluas 1.850 m² yang ia miliki tersebut telah memiliki akta jual beli (AJB) yang sah. Tanah tersebut ia beli dari seseorang bernama Edi Suyono, warga Kota Surabaya. 

Namun, saat datang ke Kantor Desa Codo dengan maksud bisa memanfaatkan tanah miliknya itu, ia malah dipersulit oleh perangkat desa dengan berbagai alasan. Bahkan hal itu berlarut-larut, hingga sejak sekitar 5 tahun lalu, ada bangunan yang berdiri di sebagian tanah milik Basuki. 

Hal itulah yang membuat Basuki merasa ada orang yang menyerobot lahan miliknya. Melalui kuasa hukumnya, Basuki melaporkan sejumlah orang yang telah dinilai menyerobot lahannnya. Setidaknya ada 10 orang yang dilaporkan ke Polres Malang pada Selasa (12/10/2021) sore. 

"Karena sudah saya somasi sebanyak dua kali, dan tidak ada respons, jadi saya laporkan ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres Malang," ujar kuasa hukum Basuki, Didik Lestariono, Selasa (12/10/2021) sore. 

Dalam laporan tersebut, diduga terdapat unsur penguasaan lahan tanpa hak. Sesuai dengan pasal 167 KUHP. Selain itu, Didik juga menduga ada upaya pemalsuan data yang dilakukan oleh Kepala Desa Codo.

Sebab dari pengamatannya, tanah tersebut sudah pernah dilakukan eksekusi dua kali, dan tentu di dalam prosesnya, Kepala Desa yang bersangkutan pasti mengetahui. 

"Sekarang di (tanah) itu, muncul sertifikat dan ada AJB juga. Kalau ada yang mensertifikatkan tanah itu, pasti juga diketahui Kepala Desa. Nah kalau melalui (Pemerintah) Desa, kenapa tidak mencegah atau menghentikan. Seharusnya, Kepala Desa bisa menjelaskan kalau yang berhak atas tanah tersebut adalah pemohon eksekusi," terang Didik. 

Kesepuluh orang yang dilaporkan tersebut diketahui telah mendirikan bangunan rumah di tanah itu. Mereka juga menempati rumah tersebut. 

Sementara itu, pemilik tanah, Basuki hanya berharap bahwa tanahnya bisa ia manfaatkan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Apalagi sebelumnya, ia juga pernah membuka diri untuk menempuh jalur damai. "Ya pinginnya sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Kalau awalnya tanah itu kosong, ya sudah saya maunya kosong saja dulu," pungkas Basuki. 

Topik
Kabupaten Malangaju tjatur nugroho
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru